RELUNG.ID — Dalam laporan pendahuluan (Preliminary report) yang dirilis oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), sebuah insiden mengejutkan terjadi pada penerbangan Batik Air rute Kendari-Jakarta pada tanggal 25 Januari 2024 lalu.
Pilot dan kopilot dilaporkan tertidur saat menerbangkan pesawat, dengan 153 penumpang di dalamnya.
Berdasarkan laporan KNKT, pesawat itu awalnya terbang dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang menuju Bandara Halu Oleo Kendari. Namun, kembali ke Soekarno-Hatta setelahnya.
Pada penerbangan rute sebaliknya, pesawat mengangkut 153 penumpang. Pilot dan kopilot dilaporkan tertidur karena kurang istirahat.
“Penerbangan pertama dari Jakarta dijadwalkan berangkat pada 02.55 WIB (19.55 UTC) dan kru harus masuk untuk bertugas pada 01.25 LT (local time). Selama persiapan penerbangan, second in command (SIC atau kopilot) mengabarkan pilot in command (PIC atau pilot) bahwa dia kurang istirahat,” kata KNKT.
Sebelum penerbangan, kopilot melaporkan kepada pilot bahwa dirinya kurang istirahat karena membantu istri menjaga bayi kembar mereka yang baru lahir.
Pilot kemudian mempersilakan kopilot untuk tidur di kokpit selama sekitar 30 menit. Saat itu, pesawat sudah terbang dari Jakarta menuju Kendari, keberangkatan pukul 03.14 WIB. Pesawat mendarat dengan selamat di Kendari pukul 07.11 WIB.
Pada penerbangan kedua, kopilot mengambil alih sebagai pilot yang menerbangkan pesawat. Sementara itu, pilot meminta izin untuk beristirahat.
Namun, pada satu titik, pilot terbangun dan menawarkan kepada kopilot untuk tidur. Setelah ditolak, pilot kembali tertidur. Diduga saat itu baik pilot maupun kopilot sama-sama tertidur.
Pilot baru terbangun ketika pesawat keluar dari jalur penerbangan yang seharusnya. Tidak ada yang terluka dalam insiden ini dan tidak ada kerusakan pada pesawat.
Ini merupakan insiden serius yang memunculkan keprihatinan terkait keselamatan penerbangan, dan KNKT sedang menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan kejadian semacam ini tidak terulang di masa depan.

