RELUNG.ID — Sebuah video viral menunjukkan seorang warga Palembang mengeluhkan perlakuan tidak pantas yang diterimanya saat mengurus keterangan belum memiliki rumah dan masih single di Kantor Lurah Sukarami.
Dalam video tersebut, warga tersebut mengungkapkan bahwa ia telah menunggu selama satu jam namun belum dilayani dengan alasan kerusakan komputer dan printer di kantor tersebut.
“Tadi aku baru selesai dari kantor lurah Sukarami aku mintak surat belum memiliki rumah dan masih single sudah datang dari kantor lurah 8.30 -9.30 sudah satu jam aku di sano datang alasan print rusak pc lemot ibu-ibu langsung selesai, aku tanyo punyo aku mano punyo aku belum selesai ye (Tadi saya baru selesai dari Kantor Lurah Sukarami, saya datang untuk membuat surat belum memiliki rumah dan masih single. Sudah datang dari Kantor Lurah 8.30 WIB-9.30 WIB sudah satu jam sata di sana, alasannya printer rusak komputer lemot, tapi ada ibu-ibu baru datang dan langsung selesai. Saya tanya, punya saya belum selesai), “kata dia.
Wanita tersebut menyampaikan bahwa ketika ia bertanya tentang kendala tersebut, ia mendapatkan perkataan kurang pantas dari petugas di Kantor Lurah Sukarami.
“Sabar oy print nan rusak pc jugo lemot, bukan urusan aku nak print rusak pc lemot bukan urusan warga kuomomgi bahasa belajar lagi mba kau tuh pelanyanan , malah pegawai lain ikut marah-marah kau tuh masih butuh kami dek (Sabar Oy printer ini rusak komputer juga lemot. Saya juga bilang kepada petugas itu, bukan urusan saya printer rusak komputer lemot bukan urusan warga, saya juga bilangin ke mba pelayanan belajar lagi bahasa, tapi pegawai lainnya ikut marah-marah dan bicara kamu masih butuh kami),”kata dia.
Ia juga mengecam bahasa yang digunakan petugas pelayanan publik, menganggapnya tidak pantas dan meminta agar petugas tersebut belajar lagi dalam menggunakan bahasa yang sesuai.
“Maskud aku tadi bahaso baik-baik siapo tadi cewek honorer bahasa harus belajar ini (Maksud saya gunakan bahasa baik-baik, petugas cewek honorer harus belajar bahasa, jangan), ” kata dia.
Dalam video tersebut, wanita tersebut juga menjelaskan bahwa jika ada kendala dengan komputer atau printer, ia dapat mencetak sendiri berkas yang diperlukan jika diberikan format berkas oleh pihak Kelurahan Sukarami.
“Kalu tintanyo habis printnannyo rusak komputernyo lemot dan memang dak biso setidaknyo minta format bae jadi aku minta format bae ngrpint dewek di kantor gek aku minta ttd lurah (Kalau tintanya habis, printer rusak, komputer rusak, saya minta format berkasnya aja ngeprint sendiri di kantor nanti aku kembali lagi minta tanda tangan Lurah), kata dia.
Kontroversi ini menjadi sorotan publik karena menyoroti pentingnya sikap dan bahasa yang digunakan oleh petugas pelayanan publik dalam melayani masyarakat. Peristiwa seperti ini juga menunjukkan perlunya perbaikan dalam sistem pelayanan publik untuk lebih memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai administrasi.[RG]

