Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Kontroversi Pencawapresan Gibran, Parameter Politik Indonesia Sebut Pencalonannya Bakal Jadi Pergunjingan Sepanjang Masa
Politik

Kontroversi Pencawapresan Gibran, Parameter Politik Indonesia Sebut Pencalonannya Bakal Jadi Pergunjingan Sepanjang Masa

alwiBy alwi15/11/2023
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pencalonan putra sulung Presiden, Gibran Rakabuming sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) terus menuai kontroversi.

Meskipun saat ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tiga pasangan Capres dan Cawapres.

Bahkan, beberapa pihak menilai hal ini telah mengorbankan demokrasi, merusak kepatuhan dan meruntuhkan marwah Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga: Berikut Nomor Urut Paslon Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024

Salah satunya dari Parameter Politik Indonesia, yang menyebutkan jika pencalonan Gibran ini akan memunculkan pergunjingan sepanjang masa.

“Memang secara formal tetap legitimasi terpilih sebagai pasangan presiden dan wakil presiden. Tapi, ini akan selalu jadi pergunjingan sepanjang masa soal proses pencawapresannya lantaran putusan MK yang kontroversial,” kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, Selasa kemarin (15/11).

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, majunya Gibran sebagai Cawapres Prabowo Subianto tidak punya dampak signifikan.

Baca Juga: Jelang Tayang Perdana, Anime Kingdom Season 5 Ungkap Para Pemerannya

Namun, posisi Gibran ini merupakan anak presiden yang dinilai jadi pertimbangannya.

“Majunya Gibran sebenarnya tidak punya dampak apapun dalam konteks pemilihan, tetapi Gibran akan punya peran signifikan karena dia putera presiden,” katanya.

Presiden kemudian punya seperangkat alat kekuasaan, militer, polisi, bahkan penyelenggara pemilu.

Baca Juga: Honor 100 Series Siap Mulai Debut 23 November

Beberapa saat lalu presiden juga menunjukkan kekuatan dengan mengumpulkan semua pejabat, walikota, bupati, gubernur se-Indonesia.

“Bisa dibayangkan kalau pertemuan kemarin ada tawar-menawar kontrak bagi keberlanjutan masing-masing penjabat untuk lanjut di tahun selanjutnya,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Setara Institute, Ismail Hasani mengatakan, ada upaya normalisasi pelanggaran konstitusi dalam pencalonan Gibran ini.

Baca Juga: Ini Faktor Meningkatnya Usulan Biaya Haji 2024 Jadi Rp105 Juta

Lembaga itu menyebut beberapa lembaga survei melakukan kampanye publik dengan menggambarkan mayoritas responden menganggap majunya Gibran bukan politik dinasti.

Sejumlah pakar hukum juga memberikan justifikasi dengan melakukan normalisasi pelanggaran konstitusi.

Kini normalisasi juga dilakukan oleh KPU dengan meloloskan Gibran Rakabuming Raka yang berhasil memenuhi syarat sebagai kandidat, meskipun pelanggaran etik berat melekat dalam pengambilan Putusan No. 90/PUU-XXI/2023.

Baca Juga: Ini 5 Zodiak Jago Ngatur Duit

“Karena itu, kami menolak normalisasi pelanggaran konstitusi dengan tetap mendorong publik peka dan menjadikan sebagai variabel dalam menentukan pilihan dalam pemilu nanti,” harapnya.

Pihaknya juga mendorong penyelenggara pemilu menjadi aktor utama yang menjaga integritas pemilu sehingga tercipta keadilan elektoral (electoral justice) pada setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

“Kami juga menentang segala bentuk intervensi, intimidasi dan netralitas artifisial yang ditunjukkan oleh beberapa pihak,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBerikut Nomor Urut Paslon Capres dan Cawapres untuk Pemilu 2024
Next Article Berikut Cara Hapus Threads Tanpa Menghapus Akun Instagram
alwi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,905 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,778 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,751 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?