Korban tewas akibat ledakan tambang batubara di Turki utara naik menjadi sedikitnya 28 orang. Meski demikian Upaya penyelamatan berlanjut ketika api berkobar di tambang dan kerabat yang putus asa menunggu kabar.
Mambang milik negara TTK Amasra Muessese Mudurlugu di kota Amasra, di provinsi pesisir Laut Hitam Bartin ini mempekerjakan setidaknya 110 penambang di poros ketika ledakan terjadi, Jumat malam (14/10)
Menteri Energi Fatih Durmaz mengatakan upaya terus menjangkau 15 orang. Kebanyakan dari mereka berada di galeri tambang di mana api masih menyala.
“Ini bukan api yang besar, tapi untuk sampai ke sana dengan selamat, api dan gas karbon monoksida harus dihilangkan,” katanya dikutip dari APNews, Sabtu (15/10).
Empat atau lima penambang lainnya terjebak dalam gua, tambah Durmaz. Menteri sebelumnya mengatakan bahwa penilaian awal menunjukkan bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh fireamp, yang mengacu pada gas yang mudah terbakar yang ditemukan di tambang batu bara.
Kerabat para penambang, yang terbungkus kedinginan, menunggu di luar tambang semalaman, sangat membutuhkan berita tentang orang yang mereka cintai.
Menteri Kesehatan, Fahrettin Koca mentweet menambahkan, 28 penambang tewas dan 11 lainnya dirawat di rumah sakit di Bartin dan Istanbul. Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan 58 orang telah diselamatkan. Angka yang tepat tidak jelas.
Saat ini Ambulan bersiaga di lokasi. Tim penyelamat dikirim ke daerah itu, termasuk dari provinsi tetangga, kata badan manajemen bencana Turki, AFAD.
Ledakan tambang batubara ini terburuk di Turki sejak tahun 2014 lalu. Dimana saat itu, 301 orang tewas dalam tambang batubara di kota Soma, di Turki barat.

