RELUNG.ID – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Sumatera Selatan (Sumsel) menyoroti peran vital orang tua dalam pengawasan anak, menyusul kasus tindak kriminal yang melibatkan empat remaja di Palembang.
Wakil Ketua KPAD Sumsel, Edi Hendri, menilai kurangnya kontrol orang tua atas penggunaan gadget oleh anak-anak sebagai faktor utama yang menyebabkan mereka mengakses situs pornografi, sehingga memicu perilaku menyimpang.
“Kita sangat menyayangkan tindak pidana yang melibatkan anak-anak ini, yang terjadi karena kurangnya pengawasan orang dewasa,” ujar Edi Hendri, Jumat (6/9/2024).
Edi menegaskan bahwa anak-anak yang tanpa pengawasan dapat dengan mudah mengakses konten dewasa, yang akhirnya mempengaruhi perilaku mereka secara negatif. Ia berharap agar orang tua lebih tegas dalam memantau penggunaan gadget dan memperhatikan lingkungan sosial anak-anak.
Menurut KPAD Sumsel, peran orang tua sangat penting dalam mengarahkan anak ke aktivitas positif. Kasus kriminal yang melibatkan empat remaja ini, yang diawali dengan aksi pemerkosaan dan pembunuhan, menunjukkan bagaimana paparan pornografi dapat memicu tindakan berbahaya.
“Kami terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dinas pendidikan, dinas sosial, dan LPKS Dharmapala Indralaya untuk memastikan keempat anak yang terlibat, yang berstatus Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH), tetap mendapatkan hak-haknya selama menjalani proses hukum, “kata dia. [AYK]

