RELUNG.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Bupati Pati, Sudewo, yang diamankan dalam operasi yang berlangsung pada Senin (19/1/2026).
Kepastian penangkapan tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ia membenarkan bahwa Sudewo termasuk pihak yang terjaring dalam OTT di wilayah Pati, Jawa Tengah.
“Salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” kata Budi dalam keterangan resminya.
Saat ini, Sudewo masih menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik KPK di Polres Kudus. Meski demikian, KPK belum mengungkap detail perkara yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pati tersebut.
Pernah Terseret Kasus DJKA
Nama Sudewo bukan sosok baru bagi KPK. Sebelumnya, ia sempat diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) pada 2025.
Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami peran Sudewo terkait dugaan pengaturan lelang proyek dan aliran fee. Namun saat itu, Sudewo membantah menerima atau mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi.
“Saya dimintai keterangan terkait kereta api. Tidak ada pengembalian uang,” ujar Sudewo singkat kala itu.
Harta Kekayaan Fantastis
Penangkapan Sudewo turut menyeret perhatian publik pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya. Berdasarkan laporan yang disampaikan ke KPK pada April 2025, total kekayaan Sudewo tercatat mencapai lebih dari Rp31,5 miliar.
Sebagian besar harta tersebut berupa tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah, seperti Pati, Surakarta, Yogyakarta, Bogor, Wonogiri, hingga Pacitan. Nilai aset properti ini mencapai lebih dari Rp17 miliar.
Tak hanya itu, Sudewo juga melaporkan kepemilikan sejumlah kendaraan mewah, mulai dari BMW X5, Toyota Alphard, Toyota Land Cruiser, hingga Mitsubishi Pajero Sport, dengan total nilai kendaraan mencapai lebih dari Rp6,3 miliar.
Selain properti dan kendaraan, ia juga memiliki surat berharga, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas. Menariknya, dalam laporan tersebut Sudewo tercatat tidak memiliki utang.[THQ]

