RELUNG.ID — Proyek prestisius Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) Whoosh kembali jadi sorotan. Kali ini, giliran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menaruh perhatian serius setelah muncul dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan proyek transportasi supercepat tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa lembaganya tengah melakukan penyelidikan awal terhadap indikasi praktik korupsi di tubuh proyek senilai ratusan triliun rupiah itu.
“Benar, perkara ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (26/10).
Menurut Budi, proses penyelidikan dimulai sejak awal 2025. Tim penyelidik kini tengah menghimpun berbagai informasi dan keterangan dari sejumlah pihak terkait. Namun, ia menegaskan bahwa KPK belum dapat membeberkan secara rinci konstruksi perkara karena masih berada di tahap awal.
“Informasi detail belum bisa kami sampaikan karena penyelidikan masih berjalan. Tim masih mengumpulkan keterangan-keterangan yang relevan,” jelasnya.
Meski belum merinci siapa yang terlibat, sumber internal menuturkan bahwa penyelidikan difokuskan pada mekanisme pengadaan barang dan jasa dalam proyek KCJB. Dugaan utama mengarah pada potensi markup dan penyalahgunaan kewenangan dalam proses tender yang melibatkan sejumlah konsorsium dan pihak swasta.
KPK membuka peluang bagi publik untuk turut berkontribusi dalam mengungkap kasus ini. “Kami mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan korupsi ini agar segera melaporkannya kepada KPK,” tambah Budi.
Kereta Cepat Whoosh selama ini dikenal sebagai simbol ambisi Indonesia memasuki era transportasi modern. Namun, di balik kemegahannya, proyek ini tak lepas dari sorotan publik terkait pembengkakan biaya, persoalan lahan, hingga transparansi penggunaan anggaran.
Jika benar ada temuan korupsi di dalamnya, hal itu akan menambah daftar panjang kasus dugaan penyimpangan pada proyek infrastruktur besar nasional.[THQ]

