RELUNG.ID- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan Irvian Bobby Mahendro (IBM), yang sebelumnya menjabat Sub Koordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3, digantikan oleh Subhan pada awal 2025.
Pergantian ini, menurut KPK, disebabkan Irvian dianggap tidak loyal kepada atasan.
“Pergantian dari IBM ke SBHN ini terjadi di awal tahun. Aliran uang ke Subhan saat ini belum banyak dibandingkan yang ke IBM,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Asep menjelaskan KPK masih mendalami dugaan kurangnya loyalitas Irvian kepada petinggi Kemnaker, yang menjadi alasan pergantian jabatannya.
Kasus ini berkaitan dengan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang telah berlangsung sejak 2019.
Biaya pengurusan yang seharusnya Rp 275 ribu melonjak menjadi Rp 6 juta. Selisih biaya ini mengalir ke sejumlah pihak, dengan total sekitar Rp 81 miliar. Dari jumlah itu, Rp 69 miliar mengalir ke Irvian Bobby Mahendro.
Dalam kasus ini, Wamenaker Noel juga diduga menerima jatah pemerasan Rp 3 miliar ditambah hadiah satu motor Ducati.
Berikut daftar tersangka dalam kasus pemerasan sertifikasi K3:
1. Irvian Bobby Mahendro – Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 (2022–2025)
2. Gerry Aditya Herwanto Putra – Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja (2022–sekarang)
3. Subhan – Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 (2020–2025)
4. Anitasari Kusumawati – Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja (2020–sekarang)
5. Immanuel Ebenezer Gerungan – Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI
6. Fahrurozi – Dirjen Binwasnaker dan K3 (Maret 2025–sekarang)
7. Hery Sutanto – Direktur Bina Kelembagaan (2021–Februari 2025)
8. Sekarsari Kartika Putri – Subkoordinator
9. Supriadi – Koordinator
10. Temurila – pihak PT KEM Indonesia
11. Miki Mahfud – pihak PT KEM Indonesia. [YKP]

