RELUNG.ID – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Muaradua-Martapura atau tepatnya di Desa Negeri Ratu, Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur, Minggu (30/4).
Sebuah mini bus jenis Agya berwarna silver dengan nopol BE 1327 CD, terjun bebas dan tenggelam ke Sungai Komering.
Akibatnya, penumpang yang merupakan satu keluarga tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Kisah Sarada Menjalankan Kehidupan Berat di Konoha
Kapolsek Martapura, Kompol Tamimi mengatakan, membenarkan jika penumpang mobil nahas tersebut merupakan satu keluarga. Para penumpang ini ditemukan dalam keadaan sudah mengingal dunia.
Dia mengatakan, kronologi kejadian ini berawal saat Mobil Sigra Warna Hitam nopol BE.1066 AAA dan Mobil Agya Warna Silver BE 1327 CD berangkat konvoi dari Kisam Tinggi menuju Lampung. Di perjalanan mobil Sigra Warna Hitam berhenti di Indomaret Simpang Martapura untuk belanja dan istirahat sejenak sedangkan Mobil Agya warna Silver yang di kendarai oleh M DiKi (MD) sempat memotong mobil Sigra Warna Hitam dan tetap melanjutkan perjalanan.
Sekitar setengah jam kemudian mobil Sigra Warna Hitam yang berhenti di Indomaret melanjutkan perjalanan, dan saat melintas di Desa Negeri Ratu sempat mengetahui ada orang kecelakaan mobil nyemplung ke sungai namun mobil Sigra Warna Hitam tetap melanjutkan perjalanan sampai di Tugu Tani Martapura.
“Saat mereka berhenti, mereka mencoba menghubungi keluarganya yang mengendarai mobil Agya warna Silver. Namun, nomor hpnya sudah tidak aktif,” terangnya.
Baca Juga: 6 Fakta klan Otsutsuki Wajib di Baca Fans Naruto dan Boruto
Karena penasaran, mobil Sigra itu pun putar balik dan menuju ke TKP di Desa Negeri Ratu. Sesampainya di TKP, mereka sudah melihat ramai orang, dan melihat ternyata mobil yang terjun bebas ke Sungai Komering merupakan keluarga mereka.
“Diduga mobil yang ditumpangi empat orang tersebut hilang kendali hingga keluar dari bahu jalan dan masuk ke Sungai. Semuanya masih satu keluarga dan sudah kita bawa ke RSUD Martapura,” ujarnya.
Untuk diketahui, petugas SAR dibantu warga sekitar berhasil mengevakuasi dua penumpang dengan kondisi tak bernyawa. Kemudian, petugas berhasil menemukan kembali dua penumpang lainnya.
Keempat korban yang masih satu keluarga tersebut merupakan warga asal Jalan Belia, Jaga Bayar 2, Bandar Lampung, yakni mahasiswa bernama M Diki Zulkarnain (21), Yulisman (32), Drs Marsidi (59), dan pelajaran M Raihan Al-Fatihah (10).

