Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Kue Delapan Jam dan Maksuba, Kue Basah Khas Palembang dengan Cerita Historis
Indeks

Kue Delapan Jam dan Maksuba, Kue Basah Khas Palembang dengan Cerita Historis

alwiBy alwi11/01/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

RELUNG.ID — Kue Delapan Jam dan Maksuba, dua kue basah makanan khas Palembang, tak hanya menggoda lidah dengan rasa legit dan manisnya, tetapi juga menyimpan nilai historis yang merefleksikan kehidupan warga Palembang pada masa lalu.

Mardho Tilla, pemilik Palembang Harum, sebuah toko oleh-oleh khas Palembang di Jalan Merdeka, membagikan cerita tentang kedua kue tersebut melalui inovasi kemasan berupa box kue beserta sejarah di dalamnya.

“Kami menciptakan inovasi kemasan dengan cerita dan gambar desain khusus agar pembeli mengetahui sejarahnya. Kami menyediakan dua warna kemasan, merah untuk kue Delapan Jam dan kuning untuk kue Maksuba. Konsumen juga kami undang untuk mencicipi gratis kue Delapan Jam dan Maksuba,” ungkap Mardho.

Baca Juga: Viral Percakapan Panas di Grup WhatsApp Palembang, Beda Pilihan Politik Picu Perdebatan Hebat

Ia menjelaskan bahwa sejarah kue Delapan Jam terdapat di dasar box kemasan, sementara di permukaan depan terdapat desain cara pembuatannya menggunakan oven tradisional atau “gendok,” yang pengapian kayunya bersumber dari kayu bakar. Sementara di permukaan belakangnya, tertulis sejarah yang dirangkum dari sejarawan Palembang.

“Sejarahnya berasal dari filosofi keseimbangan hidup. Kue ini harus dimasak tepat 8 jam, tidak kurang dan tidak lebih. Ini mengajarkan bagi kita untuk membagi waktu 24 jam sehari: 8 jam bekerja, 8 jam istirahat, dan 8 jam beribadah,” jelas Mardho.

Proses memasak kue Delapan Jam, menurutnya, mengajarkan arti kesabaran, dan hasilnya yang cantik hanya tercapai jika prosesnya tepat selama 8 jam. Dulunya, kue ini hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan Kesultanan Darussalam, tetapi sekarang telah menjadi umum dan sering dijumpai dalam berbagai acara di Palembang.

Baca Juga: Resep Model Ikan Makanan Khas Palembang, Cobain Yuk di Rumah

Lebih lanjut, Mardho menceritakan bahwa kue Maksuba dahulu digunakan sebagai ukuran keterampilan seorang perempuan asli Palembang dalam memasak. Kue ini dihadirkan kepada calon mertua jelang hari raya lebaran, sebagai wujud rasa cinta dan penghormatan.

“Tapi, zaman sekarang, perempuan di Palembang tidak banyak dan pandai membuat Maksuba, ” kata dia.

Kue Maksuba, yang dibuat dengan proses di rendang (dl panggang menggunakan oven) secara berlapis, memiliki cita rasa manis dengan tekstur padat dan lembut. Kue ini, sering dianggap mirip dengan kue lapis, memiliki keunikan dengan garis-garis hitam tidak beraturan di tengahnya.

Baca Juga: Awal Mula Nama Makanan Khas Kota Palembang Pempek hingga Tercipta Macam-Macam Jenisnya

“Sama dengan kue Delapan Jam, kue Maksuba sudah ada sejak masa Kesultanan Palembang, dan menjadi makanan istimewa. Kue Maksuba sekarang sering disajikan saat lebaran dan acara besar. Kue basah khas Palembang ini juga menjadi salah satu primadona kuliner masyarakat Palembang yang tak jarang menjadi favorit wisatawan luar,” pungkas Mardho.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCara Pendaftaran CPNS 2024 dan Syarat Dokumen yang Diperlukan, Yuk Lengkapi!
Next Article Penerimaan SIPSS Polri 2024 Telah Dibuka untuk 29 Jurusan, Yuk Daftar
alwi

Related Posts

Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,922 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,794 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,767 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?