RELUNG.ID – Kondisi kulit kering bisa membuat bayi iritasi dan membuat kulitnya terkelupas. Tentunya hal itu tidak akan membuatnya nyaman
Dilansir dari klikdokter ini ada 8 tips cara mengatasi kulit bayi kering. Simak dibawah ini :
1. Jaga Hidrasi Bayi
Langkah pertama yang bisa Mama lakukan untuk mengatasi kulit bayi kering adalah menjaga hidrasinya. Pastikan Si Kecil diberikan cukup ASI atau susu formula. Jika usianya sudah di atas enam bulan, bayi juga sudah bisa minum air putih.
2. Hindari Bahan Kimia yang Keras
Bayi, terutama baru lahir, memiliki kulit yang lebih sensitif. Untuk itu, hindari bahan-bahan kimia yang bisa mengiritasi. Mama bisa lebih selektif dalam menggunakan produk kebersihan, termasuk deterjen.
Baca Juga: Catat! Ini 5 Penyebab Bayi Tidur dengan Mulut Terbuka
Untuk mencuci pakaian bayi, pilihlah deterjen yang memang dirancang khusus untuk bayi. Umumnya, deterjen khusus bayi tidak mengiritasi kulit dan tidak memicu gatal.
3. Pilih Pakaian Berbahan Lembut
Mengutip The American Academy of Pediatrics, pertimbangkan memilih pakaian dengan kain ‘ramah kulit’ untuk bayi seperti katun yang cenderung lembut, menyerap keringat, dan tidak mengiritasi.
Selain pakaian, Mama juga bisa menggunakan bahan katun untuk seprai dan sarung bantal bayi. Sebelum digunakan, pastikan semua pakaian, sarung bantal, dan seprai dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan bahan kimia.
4. Gunakan Humidifier di Kamar Bayi
Lingkungan tempat bayi tinggal juga dapat memengaruhi kondisi kulitnya. Jika udara di rumah terlalu kering, kulit bayi bisa kehilangan kelembapan dan menjadi lebih kering.
Untuk meningkatkan kelembapan, humidifier bisa ditaruh di kamar bayi. Penggunaan humidifier yang tepat dapat mencegah kulit kering, menjaga kelembapan kulit, dan mencegah eksim.
5. Perhatikan Waktu Mandi
Meski Si Kecil tampak senang bermain air, Mama perlu ingat kalau mandi terlalu lama bisa menghilangkan minyak alami dari kulit.
Sebaiknya, perhatikan waktu mandi bayi selama 5-10 menit saja. Durasi ini berlaku untuk bayi baru lahir hingga berusia 18 bulan. Waktu tersebut sudah cukup untuk membersihkan tubuh bayi, terutama jika kulitnya kering atau sensitif.
Baca Juga: Ini Manfaat ASI Ekskusif untuk Ibu dan Bayi
6. Mandi Air Hangat
Saat memandikan bayi, lebih baik gunakan air hangat. Jika ada termometer, periksa suhu airnya sekitar 37-38°C. Mama juga dapat memasukkan pergelangan tangan ke air mandi bayi.
Jika terasa hangat dan nyaman atau suam-suam kuku, baru mandikan bayi. Pastikan untuk selalu memeriksa suhu air jangan sampai terlalu panas.
7. Menggunakan Sabun Mandi yang Tepat
Jurnal Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology menjelaskan bahwa kulit bayi memiliki penghalang epidermis yang kurang berkembang dibandingkan orang dewasa.
Air saja tidak cukup untuk membersihkan tubuh bayi dari kotoran yang tidak larut dalam air. Misalnya, komponen air liur, sekresi hidung, urine, hingga feses.
Mama butuh sabun mandi yang khusus diformulasikan untuk bayi. Misalnya, Zwitsal Baby Bath Hair and Body yang mengandung 4x Prebiotic Moisturizer untuk melembapkan kulit bayi.
8. Oleskan Pelembab
American Academy of Pediatrics menyarankan segera mengoleskan pelembap setelah mandi untuk membantu mengunci kelembapan, mengurangi kulit kering, dan menjaga kulit bayi tetap lembut.
Mama bisa memilih krim hipoalergenik dan bebas pewangi yang lebih aman untuk kulit Si Kecil. Untuk kulit bayi yang tampak kering, Mama bisa memeberikan pelembap dua kali sehari.
Jika kulitnya mengelupas, oleskan pelembap dan beri pijatan lembut untuk memudahkan pengelupasan.

