RELUNG.ID – Program dakwah “Kultum dari Relung” yang digelar Relung Media kembali menghadirkan tausiyah penuh hikmah di bulan suci Ramadan. Kali ini, ceramah disampaikan oleh Mudir Pondok Pesantren Ash Shiddiqin, Ustadz Kusworo Nursidik, Lc, M.Ag, dengan tema “Meraih Samudra Ampunan Allah SWT di Bulan Ramadan.”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Kusworo mengajak umat Islam untuk mensyukuri kesempatan dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan. Menurutnya, tidak semua orang mendapatkan anugerah tersebut karena ada banyak orang yang telah dipanggil Allah sebelum sempat bertemu Ramadan.
“Kita bersyukur kepada Allah karena masih dipertemukan dengan bulan Ramadan. Ini adalah anugerah yang sangat besar. Bisa jadi ada kerabat, saudara, atau sahabat kita yang sudah lebih dahulu dipanggil Allah sehingga tidak sempat menjumpai Ramadan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kesempatan hidup hingga bertemu Ramadan merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, agar manusia memiliki peluang memperbaiki diri serta meraih pengampunan dosa.
“Sepanjang tahun Allah mengetahui segala yang kita lakukan. Namun Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadan agar kita bisa mendapatkan pengampunan dosa,” katanya.
Ustadz Kusworo kemudian mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan keutamaan puasa Ramadan. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan berharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” jelasnya.
Selain puasa, ia juga menekankan pentingnya menghidupkan malam-malam Ramadan dengan berbagai ibadah seperti salat tarawih, tahajud, membaca Al-Qur’an, serta amalan kebaikan lainnya.
Menurutnya, Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa orang yang menegakkan malam Ramadan dengan keimanan dan mengharap pahala dari Allah akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya.
“Siangnya kita berpuasa, malamnya kita isi dengan qiyamulail, salat tarawih, tahajud, membaca Al-Qur’an dan ibadah lainnya. Jika dilakukan dengan iman dan ikhlas mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni,” ungkapnya.
Ia menggambarkan bahwa Ramadan adalah momentum “pemutihan dosa”, sehingga seorang Muslim yang memaksimalkan ibadah di bulan tersebut akan keluar dari Ramadan dalam keadaan bersih dari dosa, seperti bayi yang baru dilahirkan.
“Sehingga ketika keluar dari bulan Ramadan kita menjadi alumni Ramadan yang bersih dari dosa dan mendapatkan predikat la’allakum tattaqun, yakni menjadi orang-orang yang bertakwa,” tuturnya.
Ustadz Kusworo juga menjelaskan bahwa tujuan utama dari puasa Ramadan adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa, yaitu orang yang mampu menjaga diri dari perbuatan dosa serta terhindar dari siksa api neraka.
Ia pun mengajak umat Islam untuk memohon pertolongan kepada Allah agar mampu menjalankan ibadah Ramadan secara maksimal.
“Sebaiknya kita banyak berdoa kepada Allah, memohon pertolongan-Nya agar mampu berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Nya,” katanya.
Melalui kultum tersebut, ia berharap umat Islam dapat memanfaatkan Ramadan dengan sebaik-baiknya, baik dengan menjalankan puasa, menghidupkan malam dengan ibadah, maupun memperbanyak amal saleh.
“Mudah-mudahan kita bisa mengisi Ramadan ini dengan ibadah puasa dan qiyamulail, sehingga kita keluar dari Ramadan menjadi orang-orang yang bertakwa,” pungkasnya. (KPB)

