RELUNG.ID – Ramadan sebagai bulan tarbiah nafsu tentunya harus dimanfaatkan untuk melatih dan mengarahkan keinginan.
Sehingga dengan bulan Ramadan ini maka dapat menjadikan nafsu menjadi kekuatan positif.
Hal ini diungkapkan Ketua Aswaja Nadhlatul Ulama Palembang, Ustad Sulaiman M Urif dalam Kultum Ramadan di Relung Media, Sabtu (9/3).
Menurutnya, sebelum memasuki bulan suci, sudah banyak umat yang merasakan berkah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di bulan Ramadan, di mana segala ampunan dan rahmat Allah berlimpah, umat Islam harus semakin meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.”
“Ramadan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan juga sebagai “bulan tarbiah ruhiah” yang bertujuan melatih jiwa dan hati,” katanya.
Dia menilai, manusia sering kali hancur karena nafsunya yang tak terkendali. Oleh karena itu, melalui puasa dapat melatih untuk mengendalikan berbagai keinginan, mulai dari amarah hingga tamak.
Beliau juga memberikan ilustrasi menarik tentang filosofi manusia sejak lahir. Bayi yang baru lahir secara alami menggenggam tangan sebagai simbol keinginan untuk memiliki.
“Hal ini mengingatkan kita bahwa sejak awal kehidupan, keinginan atau nafsu telah ada. Melalui Ramadan, kita belajar untuk mengarahkan nafsu tersebut agar selaras dengan tuntunan ajaran Islam dan standar hukum Allah,” tambahnya.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian nafsu sangat bergantung pada pengisian hati dengan keimanan dan ketakwaan.
“Ketika hati kita kosong, nafsu akan mengambil alih. Namun, apabila hati kita diisi dengan keimanan, setiap tindakan dan perbuatan kita akan mencerminkan tuntunan Rasulullah SAW,” jelasnya.
Ustad Sulaiman pun mengingatkan agar setiap momen, mulai dari sahur hingga adzan maghrib, dimanfaatkan untuk menahan nafsu dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam konteks tersebut, beliau mengutip pepatah yang mengajarkan pentingnya ‘mengisi hati’ agar nafsu yang muncul dapat diarahkan ke jalan yang benar.
“Semoga dengan tarbiah nafsu di bulan Ramadan, kita keluar sebagai insan yang lebih baik, bertakwa, dan memiliki kepribadian Islam yang mulia. Semoga amal ibadah kita diterima di sisi Allah,” pungkasnya. (LWM)

