RELUNG.ID – Di momentum bulan suci Ramadan ini, alangkah baiknya untuk mengevaluasi dan menyucikan niat dalam menuntut ilmu.
Karena di bulan penuh berkah ini merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki proses belajar dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hal ini diungkapkan Ustad Maryuzi dari UIN Raden Fatah Palembang dalam Kultum Ramadan Relung Media, Sabtu kemarin (22/3).
Dalam penjelasannya, Islam mewajibkan setiap individu untuk menuntut ilmu, bukan semata-mata untuk mengejar prestise dunia seperti jabatan, ijazah, atau pengakuan sosial.
Karena, ilmu memiliki tiga peran penting dalam kehidupan khususnya umat Islam; Pertama yakni memahami ciptaan Allah SWT.
Menurutnya, ilmu membantu manusia untuk mengenal lebih dalam tanda-tanda kebesaran Allah SWT melalui alam semesta dan ayat-ayat-Nya.
Kedua, menegakkan keadilan. Hanya dengan ilmu yang mendalam, seseorang dapat menegakkan keadilan dalam masyarakat.
Ustad Maryuzi mengingatkan bahwa keadilan yang ditegakkan oleh orang-orang berilmu akan mencerminkan nilai-nilai keislaman yang sejati.
Ketiga, ,menjadi cahaya penerang. Ilmu diibaratkan sebagai cahaya yang menuntun perjalanan hidup umat menuju masa depan yang lebih baik.
Dengan ilmu, seseorang tidak hanya mendapatkan pencerahan batin, tetapi juga mampu menjadi penyuluh bagi lingkungan sekitarnya.
“Seperti dalam ayat QS Adz-Dzariyat:56 “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” kata Allah dalam ayat tersebut.
Menuntut ilmu juga tidak bisa dilakukan secara instans dan sembrono, seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI) tanpa pemahaman mendalam.
“Tidak ada tempat bagi plagiasi, pencontekan, atau mengejar gelar semata, karena sikap seperti itu justru berpotensi menyesatkan baik individu maupun masyarakat,” tegasnya.
Beliau menekankan bahwa ilmu yang dikejar dengan niat yang salah, semata-mata untuk pencapaian duniawi tidak akan memberikan manfaat yang maksimal dalam memperbaiki kualitas hidup spiritual dan sosial umat.
“Semoga ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, terutama di masa Ramadan, bahwa menuntut ilmu harus dilakukan dengan penuh kesungguhan, tanggung jawab, dan kecintaan kepada Allah SWT,” pungkasnya. (LWM)

