RELUNG.ID – Bartholomew Kuma karakter yang benar-benar kuat dan kokoh namun sangat rapuh di dalam. Karena dia selalu diserang dan menahan penderitaan dan rasa sakit menjadi simbol kepedihan di manga One Piece.
Bartholomew Kuma tidak pernah bahagia seakan-akan karakter yang tidak diperbolehkan untuk bahagia.
Baca Juga: Ginny Lambang Cinta Sejati di One Piece, Pengorbanan Luar Biasa
Sejak kecil Kuma ditangkap dan dijadikan budak oleh kaum bangsawan klan Tenryuubito di Marijoa.
Sejak kecil dia tidak mendapatkan kasih sayang dari ibunya dan ayahnya hanya sesekali melihatnya saat sama-sama menjadi budak di Marijoa.
Ibunya mati karena dipaksa kerja berat dan ayahnya ditembak mati didepan matanya saat masih bocah.
Baca Juga: FAKTA ONE PIECE: Dulunya Dragon Tidak Punya Tato Wajah
Menemukan cinta sejati Ginny membuat Kuma tidak berani menerimannya karena khawatir nasib orang yang disayangnya akan sama seperti penderitaan dialami kedua orang tuannya.
Kuma lebih memilih hidup sendiri dan menerima semua kepedihan hidup yang dialaminya.
Dia mendapatkan warisan pesan dari ayahnya untuk tetap membantu oranh lain seperti layaknya dewa Nika.
Memiliki kekuatan Kuma sejak kecil hingga remaja rela merasakan semua kesakitan penduduk kerajaan Sorbet dan sempat menjadi Pasukan Revolusioner.
Kuma kembali ditangkap agar orang disayangnya tidak menjadi korban lagi dari incaran Gorosei.
Sekarang Kuma kembali menjalankan kehidupan pedihnya sebagai budak Tenryuubito.

