RELUNG.ID – Mangaka One Piece Eiichiro Oda sebenarnya ingin melihat para fans melihat sosok Bartholomew Kuma. Namun sebenarnya Bartholomew Kuma telah mati di manga One Piece.
Ini 4 faktanya alasan kenapa Bartholomew Kuma sebenarnya sudah mati. Simak dibawah ini :
1- Kilas balik untuk mengenang masa kehidupan Kuma
Oda Sensi menceriakan kilas balik sebenarnya juga ingin mengajak kepada mengenang masa Bartholomew Kuma masih hidup.
Karena semua cerita Bartholomew Kuma sangat jelas dan terang benderang tentunya Bartholomew Kuma ingin menitipkan sesuatu pesan disana.
Pesan yang ingin Oda Sensei katakan adalah Bartholomew Kuma sebenarnya sudah mati dan itulah perjalanan hidup pahitnya.
Baca Juga: Kuma Difitnah Raja Tiran Peran Morgans Terlibat di One Piece
2- Bonney menyebutkan Jaygarcia Saturn membunuh ayahnya
Kebenaran itu diceritakan Odan Sensei sendiri melalui Jewelru Bonney dibuatnya One Piece chapter 1095 ketika itu Jaygarcia Saturn muncul di Egghead.
Jaygarcia Saturn ditusuk oleh Bonney dengan pedang samurai didadanya.
Kemudian Jewelry Bonney dengan meneteskan air mata berkata KAU MEMBUNUH AYAHKU SATURN! Dari sana jelas Kuma sebenarnya sudah mati.
Selanjutnya kilas balik Bartholomew Kuma muncul sampai chapter 1100 semuanya menceritakan dirinya. Disana jelas fans jadi terhanyut dan tidak sadar sebenarnya Kuma sudah mati.
Baca Juga: Ini 8 Potongan-potongan Kehidupan Kuma dari Awal sampai Akhir di One Piece
3- Ingatan Kuma hilang
Ini kejelasan pertama Bartholomew Kuma itu sudah mati karena ingatannya dihilangkan.
Vegapunk sendiri menyebutkan kalau manusia tidak memiliki ingatannya lagi sama seperti saya membunuh manusia tersebut.
4- Kuma hanyalah robot
Terakhir ini kepastian Bartholomew Kuma benar-benar mati karena tubuhnya sekarang sudah menjadi robot. Hal ini jelas Bartholomew Kuma sebenarnya sudah mati.
Jadi wajar kalau Bonney menangis kepada Jaygarcia Saturn karena dia telah membunuh ayahnya.
Karena Bonney melihat ingatan ayahnya kalau Jaygarcia Saturn yang memaksa untuk menghapus ingatan dan menjadikannya robot.

