RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan fenomena La Nina selama tiga tahun berturut telah melemah. Akibatnya, curah hujan pun ikut menurun.
Meski demikian, potensi bencana lainnya mengancam yaitu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga kabut asap.
Baca Juga: Avanza Vs Bus, Pengemudi Tewas Usai Alami Pendarahan
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis mengatakan dinamika atmosfer terkini menunjukkan La Nina masih berada pada kondisi lemah meskipun diprediksi akan meluruh ke kondisi Netral di periode Februari hingga Maret 2023.
Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi Netral dan diprediksi tetap Netral hingga Mei 2023. MJO diprediksi masih aktif di fase 3 pada awal dasarian I Februari 2023 dan beralih menuju fase 4 di akhir dasarian I Februari 2023. Sementara prediksi anomali OLR secara spasial pada akhir dasarian I Februari 2023 juga menunjukkan potensi pertumbuhan awan di wilayah Sumatera bagian selatan meningkat.
“Secara klimatologis di beberapa wilayah Sumsel pada Februari akan mengalami periode penurunan curah hujan meski secara defenisi tidak bisa dikatakan sebagai musim kemarau,” katanya dikutip dari keterangan resminya, Jumat (3/2).
Baca Juga: Star Wars: Vision Season 2 Dirilis di Disney+ 4 Mei mendatang
Penurunan curah hujan ini diikuti dengan adanya jeda hujan selama beberapa hari. Di wilayah Sumsel jeda hujan ini harus diwaspadai karena dapat menimbulkan titik-titik panas (hotspot). Dia pun mengimbau, pada fase penurunan curah hujan di periode musim hujan ini, masyarakat diharapkan untuk selalu bersihkan lingkungan sekitar, tidak melakukan pembakaran di lahan terbuka.
“Gunakan masker serta gunakan pakaian yang sesuai agar kesehatan tetap terjaga,” pungkasnya.

