RELUNG.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi mengangkat Riduan sebagai Direktur Utama yang baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (4/8/2025).
Penunjukan ini sekaligus mengakhiri masa jabatan Darmawan Junaidi yang telah memimpin bank pelat merah tersebut sejak 2020.
Riduan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama sejak Maret 2025. Bersamaan dengan pengangkatan Riduan, pemegang saham juga menyetujui penunjukan Henry Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama yang baru.
Pengangkatan Riduan menandai kelanjutan estafet kepemimpinan dua tokoh asal Sumatera Selatan. Baik Riduan maupun Darmawan Junaidi berasal dari Palembang, yang dikenal sebagai kota “Wong Kito”, sebutan khas masyarakat Sumsel.
Riduan lahir di Palembang pada 5 November 1970. Ia merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Akuntansi dan Magister Manajemen dari Universitas Sriwijaya (Unsri). Kariernya di dunia perbankan dimulai sejak bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999.
Ia sempat menjabat di luar Mandiri sebagai Direktur Keuangan dan Investasi PT Askes (Persero) dan BPJS Kesehatan pada periode 2013–2016. Riduan kemudian kembali ke Bank Mandiri dan menduduki sejumlah posisi strategis, seperti:
Mulai dari Regional CEO II/Sumatera 2, SEVP Middle Corporate (2017–2019), Komisaris PT Mandiri Sekuritas (sejak 2018), Direktur Commercial Banking (2019) dan Direktur Corporate Banking (2024)
Riduan menggantikan Darmawan Junaidi yang dikenal sebagai bankir senior dengan pengalaman panjang di bidang treasury. Selama menjabat sebagai Direktur Treasury, Darmawan berhasil mencatatkan kontribusi pendapatan sebesar 18 persen pada tahun 2019.
Kepemimpinannya selama lima tahun dinilai berhasil memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Riduan menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk melanjutkan transformasi serta memperkuat kontribusi Bank Mandiri bagi perekonomian nasional.
“Penunjukan ini adalah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus membawa Bank Mandiri menjadi institusi keuangan yang adaptif, kompetitif, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” katanya. (KPB)

