RELUNG.ID – Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menunjukkan sinyal kuat menuju penguatan pasar tenaga kerja di tengah dinamika ekonomi nasional. Berbagai program pembangunan dan aktivitas ekonomi yang terus bergerak menjadi katalis tumbuhnya peluang kerja baru bagi masyarakat Bumi Sriwijaya.
Ekonom Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu, menilai percepatan proyek infrastruktur dan ekspansi sektor properti menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja. Selain menciptakan lapangan kerja langsung di sektor konstruksi, geliat ini turut menghidupkan sektor pendukung seperti logistik, perdagangan, dan jasa.
“Investasi fisik seperti pembangunan infrastruktur memberi efek berantai. Mulai dari tahap konstruksi hingga operasional, semuanya membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Sri juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pendorong aktivitas ekonomi baru, terutama di sektor makanan dan minuman yang kini menyiapkan rantai pasok lebih besar untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.
Tak hanya itu, kebangkitan agenda pariwisata dan event daerah dinilai turut menggerakkan sektor kreatif dan jasa perhotelan, memberi ruang kerja bagi generasi muda.
Tren positif ini diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel. Penduduk yang terserap bekerja meningkat 12,47 ribu orang dalam setahun terakhir, sementara jumlah pengangguran turun 7,35 ribu orang pada Agustus 2025.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto mencatat, angkatan kerja Sumsel kini mencapai 4,66 juta orang dari total penduduk usia kerja 6,68 juta orang.
“Sektor pertanian masih mendominasi dengan kontribusi tenaga kerja 45,2%, diikuti perdagangan 16,55% dan industri pengolahan 5,96%,” jelasnya.[THQ]

