RELUNG.ID – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengingatkan seluruh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia untuk memperkuat integritas dan profesionalisme, sekaligus memastikan seluruh program berjalan tanpa celah penyimpangan, termasuk urusan pengadaan bahan makanan (bama) hingga pembinaan warga binaan.
Hal itu ditegaskan dalam arahan resmi yang disampaikan Dirjenpas saat Zoom Meeting bersama para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia, Senin (14/7/2025). Salah satu yang turut mengikuti kegiatan tersebut yakni Kepala Lapas Kelas III Surulangun Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ahmad Fausan.
“Penekanan dari Pak Dirjen jelas, jangan main-main soal integritas, profesionalisme, dan transparansi. Termasuk soal vendor bahan makanan, paling lambat 17 Agustus sudah ditetapkan, dan harus melibatkan minimal dua pengusaha lokal,” tegas Ahmad Fausan usai kegiatan.
Tak hanya itu, Dirjenpas juga meminta agar minimal 5 persen pasokan bahan makanan bagi Lapas diambil dari hasil program ketahanan pangan internal. Hal ini dinilai penting sebagai kontribusi konkret Lapas dalam mendukung ketahanan pangan nasional, bukan sekadar formalitas laporan.
Di luar itu, Dirjenpas juga menyoroti soal penguatan pembinaan warga binaan. Produk unggulan hasil karya narapidana, kata Fausan, akan dipamerkan secara nasional pada 8–11 Agustus mendatang. “Arahan dari pusat, semua produk unggulan harus dipatenkan, jangan sampai dibiarkan tanpa merek. Ini penting untuk daya saing, termasuk bagi keberlanjutan UMKM para mantan warga binaan setelah bebas nanti,” ujarnya.
Ahmad Fausan menegaskan, Lapas Kelas III Surulangun Rawas siap mengikuti semua arahan tersebut. Menurutnya, pembinaan yang dijalankan di tempatnya selama ini telah difokuskan pada keterampilan produktif bagi warga binaan, seperti membuat jala dan jaring ikan.
“Harapan kami, mereka ketika keluar sudah pegang keahlian. Jangan sampai mereka kembali ke jalan yang salah, karena tidak punya bekal keterampilan hidup,” pungkasnya. (LTM)

