RELUNG.ID – Musim kemarau hingga saat ini masih terjadi di wilayah Sumsel.
Tercatat sudah lebih dari 30 Hari Tanpa Hujan (HTH) di beberapa wilayah
Hal ini berakibat pada kekeringan meteorologi di wilayah Sumsel.
Baca Juga: Dikembangkan Tim Gabungan OnePlus dan Oppo, Smartphone Lipat Baru Siap Guncang Pasar Global
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis mengatakan, berdasarkan hasil monitoring (HTH) dan prediksi prbobabilistik curah hujan dasarian hingga dua dasarian kedepan.
Terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis akibat lebih dari 30 HTH.
“Ada tujuh daerah dengan status waspada hingga awas yang berpotensi kekeringan meteorologis,” katanya.
Baca Juga: Ini 4 Bisa Kendalikan Pacifista dan Seraphim, Berikut Penjelasannya
Ketujuh daerah tersebut yaitu;
- Kota Palembang
- Kabupaten Banyuasin
- Kabupati Ogan Ilir
- Kabupaten OKI
- Kabupaten OKU
- Kabupaten OKU Timur
- Kabupaten OKU Selatan
Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Air Terjun Suban Kedubu, Destinasi Wisata Tersembunyi di Empat Lawang
Dia menjelaskan, kekeringan meteorologis ini biasanya diikuti dengan berkurangnya persediaan air, serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan.
“Kami harap masyarakat tetap waspada dan pemerintah daerah segera melakukan mitigasi dampak dari kekeringan meteorologis ini,” pungkasnya.

