RELUNG.ID – Wacana libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 Hijriah terus menjadi pembahasan serius antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Agama (Kemenag), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hingga saat ini, keputusan final terkait kebijakan tersebut belum diumumkan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan, Awalluddin, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat.
“Kami belum menerima informasi lebih lanjut. Jika surat edaran sudah ada, akan segera disampaikan ke masyarakat,” ujar Awalluddin, Jumat (17/1/2025).
Berdasarkan wacana yang berkembang, terdapat tiga opsi utama yang sedang dipertimbangkan :
1. Libur Ramadan Penuh : Siswa diliburkan selama satu bulan penuh agar fokus pada ibadah dan kegiatan keagamaan.
2. Libur di Awal dan Akhir Ramadan: Libur hanya diberikan pada pekan pertama dan terakhir Ramadan.
3. Masuk Sekolah dengan Pengurangan Jam Belajar: Sekolah tetap berlangsung seperti biasa, namun jumlah jam pelajaran dikurangi untuk menyesuaikan kondisi fisik siswa yang berpuasa.
Wacana ini memunculkan beragam tanggapan dari orang tua. Erick Riswandi, salah satu orang tua siswa di Palembang, mengaku lebih setuju dengan opsi kedua.
“Kalau libur penuh, khawatir anak-anak lebih banyak bermain daripada belajar. Kalau tetap masuk sekolah, setidaknya ada kegiatan yang terarah, tapi jam belajarnya dikurangi agar tidak terlalu lelah,” katanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memastikan keputusan terkait wacana ini akan diumumkan dalam waktu dekat.
“Insyaallah dalam pekan ini akan diputuskan. Nanti akan ada surat edaran dari kementerian terkait, termasuk Kemenag,” jelas Abdul Mu’ti.
Menurutnya, Menteri Agama Nazaruddin saat ini masih berada di Arab Saudi untuk urusan haji. Keputusan resmi diharapkan segera keluar setelah kepulangannya.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk menunggu keputusan resmi pemerintah dan tetap mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadan, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun kegiatan keagamaan.[AYK]

