RELUNG.ID- Bencana tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Akibatnya, bahu jalan di Desa Pelakat mengalami kerusakan sepanjang sekitar 45 meter.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim, Abdurrozieq Putra, mengatakan longsor dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang disertai tekanan air serta perubahan vegetasi tanah.
“Curah hujan tinggi disertai kondisi tanah yang mengalami perubahan vegetasi menjadi faktor utama terjadinya longsor di wilayah Semende,” ujar Rozieq, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, peristiwa longsor terjadi pada Senin (6/4/2026) di beberapa titik. Longsor pertama terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di lima titik di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut.
Kemudian, pada hari yang sama sekitar pukul 22.30 WIB, longsor juga terjadi di bahu jalan Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu.
Dari hasil pengecekan di lapangan, selain panjang kerusakan mencapai 45 meter, kedalaman longsor di lokasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 meter.
Meski terjadi di beberapa titik, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini,” katanya.
BPBD Muara Enim bersama instansi terkait langsung melakukan penanganan darurat, termasuk menyalurkan bantuan logistik kepada dua kepala keluarga terdampak di Desa Pulau Panggung.
Selain itu, tim juga melakukan pengecekan di sejumlah titik longsor serta berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti BMKG SMB II, Dinas PUPR, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa setempat.
Untuk penanganan infrastruktur yang rusak, BPBD berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah melalui APBD maupun APBN.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama saat curah hujan tinggi.[NVS]

