RELUNG.ID — Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan (Sumsel) pada paruh pertama tahun 2024 mengalami lonjakan yang signifikan, mencapai 2.058 orang hingga 25 Maret.
Angka ini merupakan peningkatan drastis dibandingkan dua tahun sebelumnya, di mana kasus DBD pada 2022 sebanyak 841 kasus dan 2023 sebanyak 835 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Trisnawarman, mengungkapkan bahwa kasus terbanyak terjadi di Kota Palembang, Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin.
“Meskipun angka kematian akibat DBD sepanjang Januari-Maret 2024 masih terhitung rendah, yakni 16 orang, tapi perlunya upaya pencegahan lebih lanjut untuk menghindari kematian yang tidak perlu.
Trisnawarman menjelaskan bahwa meskipun angka kasus DBD pada bulan Maret menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, dengan hanya tercatat 115 kasus (dibandingkan dengan 494 kasus pada bulan Februari), namun tetap diperlukan kewaspadaan tinggi dan tindakan pencegahan yang tepat.
“Kami telah mengeluarkan surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota dan pihak rumah sakit se-Sumsel untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi peningkatan kasus DBD di bulan-bulan mendatang, ” kata dia.
Upaya-upaya pencegahan, seperti pemberantasan sarang nyamuk, telah digalakkan secara massif, dan bantuan berupa pestisida dan alat-alat pencegahan lainnya telah disalurkan ke seluruh wilayah Sumsel.
Masyarakat juga diimbau untuk aktif dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar mereka, seperti menguras bak mandi dan penampungan air serta membuang barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.
Upaya bersama ini diharapkan dapat mengendalikan penyebaran DBD dan mengurangi angka kasus serta kematian yang disebabkan oleh penyakit ini. [RG]

