RELUNG.ID – Lonjakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2026 memaksa operator LRT Sumatera Selatan meningkatkan kapasitas layanan. Dalam sepekan, jumlah pengguna menembus 95.060 orang—sinyal kuat bahwa LRT kini menjadi pilihan utama mobilitas warga Palembang.
Merespons tren tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan langsung menambah frekuensi perjalanan.
Mulai 22 hingga 25 Maret 2026, jumlah perjalanan ditingkatkan dari 94 menjadi 102 trip per hari. Penambahan ini difokuskan pada jam-jam sibuk untuk mengantisipasi penumpukan penumpang.
“Angka pengguna terus meningkat selama masa angkutan Lebaran. Ini yang menjadi dasar kami menambah perjalanan agar layanan tetap optimal,” ujar Manager Humas KAI Divre III Palembang.
Data menunjukkan, sejak Januari hingga 18 Maret 2026, total penumpang LRT Sumsel telah mencapai 867.124 orang. Angka ini mempertegas pergeseran pola transportasi masyarakat ke moda massal berbasis rel.
Tak hanya menambah perjalanan, operator juga memperketat pengawasan layanan. Pemeriksaan sarana dan prasarana dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada celah gangguan saat puncak arus libur.
Posko terpadu turut disiagakan sebagai pusat kendali, memastikan setiap perjalanan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan.
Di tengah lonjakan tersebut, masyarakat tetap diingatkan untuk disiplin selama menggunakan LRT. Kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci menjaga kenyamanan bersama di tengah tingginya mobilitas.
“LRT bukan hanya soal jumlah perjalanan, tapi juga soal kualitas layanan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman,” tegasnya. (KPB)

