RELUNG.ID – Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama libur Lebaran 1446 H, LRT Sumatera Selatan (LRT Sumsel) menambah delapan perjalanan tambahan pada 1–4 April 2025. Keputusan ini diambil guna memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat yang memanfaatkan transportasi publik saat mudik dan berwisata di Palembang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menjelaskan bahwa jumlah pengguna LRT Sumsel selama periode angkutan Lebaran 2025 dari 21 hingga 27 Maret mencapai 84.707 penumpang. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024, yang mencatat 80.469 penumpang.
“Rata-rata harian volume penumpang LRT Sumsel selama masa angkutan Lebaran 2025 adalah 12.101 penumpang. Stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Stasiun Ampera dengan 21.086 penumpang, disusul Stasiun Asrama Haji sebanyak 18.262 penumpang, dan Stasiun DJKA sebanyak 9.481 penumpang,” ujar Aida.
Menurutnya, LRT Sumsel semakin menjadi pilihan favorit masyarakat, terutama para pendatang yang sedang mudik ke Palembang. Keunggulan LRT yang melintasi ikon-ikon kota, pusat perbelanjaan, serta fasilitas publik dengan tarif terjangkau menjadikannya alternatif transportasi yang nyaman selama libur Lebaran.
Dengan adanya lonjakan penumpang, LRT Sumsel menambah frekuensi perjalanan dari 94 perjalanan per hari menjadi 102 perjalanan pada 1–4 April 2025. Penambahan ini dilakukan dengan mengoperasikan satu trainset tambahan dari pukul 10.35 WIB hingga 17.53 WIB.
“Jam operasional LRT Sumsel tetap berjalan normal, yaitu mulai pukul 05.06 WIB hingga 20.43 WIB. Penambahan perjalanan ini diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang di jam-jam sibuk,” tambah Aida.
Selain menambah perjalanan, KAI Divre III Palembang dan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) juga menerapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan selama masa angkutan Lebaran 2025. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
– Ramp Check atau inspeksi kelengkapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada sarana dan prasarana LRT.
– Pemeriksaan fasilitas operasional sebelum masa angkutan Lebaran guna mengantisipasi gangguan teknis.
– Pendirian Posko Terpadu, yang berfungsi sebagai pusat pemantauan untuk memastikan perjalanan berjalan lancar dan aman.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan, terutama di momen Lebaran ini. Harapannya, LRT Sumsel dapat menjadi teman perjalanan yang nyaman bagi masyarakat, baik untuk mudik maupun berwisata di Kota Palembang,” pungkas Aida.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan LRT Sumsel semakin diminati sebagai moda transportasi andalan masyarakat, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.[THQ]

