RELUNG.ID – Sosok bocah berusia 12 tahun menarik perhatian setiap kali ia menyentuh stik biliar dalam Relung Billiard Challenge 2025 Kapolda Sumsel Cup 2025.
Bocah tersebut bernama Muhammad Alfatih Fabrizio, bocah yang sejak usia sembilan tahun sudah bergelut serius dalam latihan biliar.
Kini putra tunggal dari pasangan Aji Rizki dan Saskia Dewi ini tercatat sebagai atlet biliar termuda di wilayahnya.
“Awalnya cuma ikutan lihat bapak latihan,” kenang Alfatih ketika mengenang hari-hari pertamanya di meja biliar.
Dia menceritakan, ayahnya bekerja di rumah biliar di wilayah Tanjung Enim dan tak pernah melewatkan sesi snooker. Dia, yang kala itu duduk di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) atau berusia 9 tahun, selalu memendam rasa ingin tahu.
“Saya penasaran kenapa bapak bisa ‘mempesona’ bola-bola itu. Sejak itu saya minta diajari,” ujar Alfatih dengan mata berbinar.
Dalam waktu singkat, ia mulai menangkap dasar-dasar posisi tubuh, cara menggenggam stik, hingga menghitung sudut pantulan.
Meski baru beranjak remaja, jadwal Alfatih tak kalah padat dibanding atlet dewasa. Dia pun kerap berlatih bersama komunitas biliar di BTN Keban Agung, Tanjung Enim.

“Orangtua mendukung saya untuk bermain biliar,” terangnya.
Saat usia 11 tahun, Alfatih memberanikan diri mengikuti “Fun Game Biliar” tingkat kecamatan. Meskipun melawan pemain berpengalaman usia belasan hingga dua puluhan. Dia berhasil melaju hingga babak final, lalu finis sebagai juara kedua.
“Waktu itu rasanya kaget, tapi senang sekali,” ujarnya mengingatkan bahwa kerja keras sejak kelas 3 SD ternyata membuahkan hasil.
Menurutnya, bermain biliar itu seru dan asyik. Baginya, setiap pertandingan adalah teka-teki yang harus dipecahkan, mulai dari sudut pantulan, kecepatan, hingga tekanan lawan. Orangtuanya juga selalu menekankan aspek mental.
“Pokoknya seru, jadi saya mulai mencintai olahraga biliar ini,” katanya
Kini di kelas 6, Alfatih memiliki mimpi besar untuk mewakili Sumatera Selatan (Sumsel) di kejuaraan provinsi, bahkan nasional.
Bagi bocah tunggal ini, setiap benturan bola di meja hijau adalah panggilan jiwa. Dalam setiap ayunan stik, ia melihat masa depan yang penuh tantangan dan keyakinan bahwa, dengan dukungan orang tua serta kerja keras, cita-cita setinggi itu bukan sekadar angan.
Biodata:
Nama : Muhammad Alfatih Fabrizio
Tempat Lahir : BTN Keban Agung, Tanjung Enim
Usia : 12 tahun
Prestasi : Juara 2 Fun Game Biliar tingkat kecamatan. (LWM)

