RELUNG.ID – Seorang maestro seni Sumsel, Sahilin menghembuskan napas terakhirnya di usia 69 tahun, Sabtu (25/2).
Sahilin ini merupakan seniman yang mengenalkan musik Batang Hari Sembilan di Sumatera Bagian Selatan.
Sahilin identik berpenampilan kacamata hitam dan menggunakan baju batik dalam setiap penampilannya.
Baca Juga: Bocah Penjual Kue Nangis Memeluk Makam, Netizen Dibuat Mewek
Pria kelahiran Dusun Benawe, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, 1954 ini mewarisi hobi musiknya dari sang ayah yaitu Mat Soleh. Dimana, sang ayah kerap mendendangkan lagu ketika berkebun.
Seiring dengan waktu, dia pun menyukai musik dan kerap mendendangkan lagu dengan irama Batang Hari Sembilan yang kebanyakan syairnya berisi nasihat berbahasa lokal Sumsel.
Tepat ditahun 1973, Sahilin diajak temannya untuk mengisi acara di salah satu radio di Sumsel. Hingga akhirnya, upaya yang dilakukan Sahilin membuahkan hasil. Berkat konsistensinya di bidang Seni Batang Hari Sembilan, di tahun 2007 Sahilin pun mendapatkan gelar maestro seni dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.
Baca Juga: Ramalan Momosihiki Mata Biru Boruto Membawa Kehancuran Segera Terwujud
Bukan hanya dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, banyak lagi penghargaan yang diraih Sahilin dalam menjaga seni irama Batang Hari Sembilan.
Untuk diketahui, Batang Hari Sembilan merupakan istilah untuk irama musik dengan petikan gitar tunggal di Sumatera Bagian Selatan. Nama tersebut diambil dari sembilan anak Sungai Musi.

