RELUNG.ID- Pakar hukum tata negara Mahfud MD menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada pakar yang “saking pintarnya jadi goblok”.
Mahfud mengakui kemungkinan adanya profesor atau pakar yang memiliki kemampuan di bawah standar. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak bisa digeneralisasi kepada seluruh pakar.
Hal itu disampaikan Mahfud dalam podcast Terus Terang di kanal YouTube miliknya yang tayang Senin (21/9/2026).
“Kan ada 1.500 lebih profesor. Coba siapa pakarnya? Jadi bahwa ada profesor di bawah standar yang oleh Pak Prabowo itu disebut goblok, itu ya pasti ada,” ujar Mahfud.
Menurut Mahfud, keberadaan profesor atau pakar yang dinilai berada di bawah standar tidak berarti seluruh kalangan akademisi dapat disebut demikian.
Ia kemudian membandingkan hal tersebut dengan jabatan presiden. Menurut Mahfud, orang yang pernah menduduki jabatan presiden juga memiliki kapasitas yang beragam.
“Banyak profesor goblok. Banyak juga presidennya goblok gitu. Tahu contohnya? Idi Amin misalnya, kan presiden juga itu,” imbuhnya.
Mahfud juga menyinggung persoalan gelar profesor. Ia menyatakan pada masa sekarang terdapat fenomena gelar profesor yang menurutnya bisa diperoleh melalui praktik yang tidak semestinya.
Meski mengkritik pernyataan tersebut, Mahfud memberikan penilaian positif terhadap Prabowo.
“Tapi soal Prabowo kalau mau membanding-bandingkan, menurut saya Prabowo itu memang pandai, tidak goblok,” kata Mahfud.
Sebelumnya, Prabowo melontarkan pernyataan soal pakar saat menghadiri peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyindir pihak yang mengaku sebagai pakar dan mengkritik kebijakan pemerintah. Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah pihak, termasuk Mahfud.[YKP]

