RELUNG.ID – Maleha (70), korban perahu sampan terbalik di Sungai Ogan, Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Korban ditemukan pada Rabu (12/6) sekitar pukul 10.00 WIB dalam posisi mengapung di pinggir sungai.
“Korban akhirnya ditemukan mengapung di pinggir sungai oleh anak bersama keponakannya,” ujar Kepala Kantor Basarnas Sumsel, Raymond Konstantin.
Penemuan korban terjadi sekitar 3 km dari lokasi kejadian. Setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Dengan penemuan Maleha, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.
Kejadian bermula pada Selasa (11/6) sekitar pukul 11.30 WIB, ketika perahu sampan yang mengangkut Maleha dan anaknya, Zainal (50), terbalik. Perahu terbalik setelah diterjang angin kencang dan ombak tinggi. Zainal berhasil menyelamatkan diri, namun Maleha tersapu ombak dan tenggelam.
Maleha dan Zainal, keduanya warga Desa Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, sedang dalam perjalanan pulang menggunakan perahu sampan usai beraktivitas di sawah di seberang sungai. Insiden terjadi ketika mereka melewati tongkang batu bara yang sedang sandar, di mana angin kencang dan ombak tinggi membuat perahu oleng dan terbalik.
Zainal selamat dengan berpegangan pada tumpukan tanaman eceng gondok, sementara Maleha yang tidak bisa berenang terseret arus deras dan tenggelam. Warga sekitar berhasil menyelamatkan Zainal menggunakan perahu.
Mendapatkan informasi tentang kejadian tersebut, satu Tim Rescue Basarnas segera menuju lokasi untuk melakukan pencarian. Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search And Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat, sedangkan SRU kedua melakukan penyelaman di lokasi awal kejadian dan area yang dicurigai ada korban. TNI/Polri, masyarakat, dan pihak keluarga korban turut serta dalam pencarian.
Dengan penemuan jasad Maleha, operasi SAR di Sungai Ogan dinyatakan selesai dan ditutup. [RG]

