RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengupayakan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pelabuhan baru di Bumi Sriwijaya.
Saat ini, proses alih lahan hutan lindung di kawasan yang akan dibangun pelabuhan sedang menunggu keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Targetnya tahun ini sudah selesai, jadi tinggal dilanjutkan dengan pembangunan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Ari Narsa.
Ari menekankan pentingnya pembangunan pelabuhan baru di wilayah Banyuasin untuk mengatasi kepadatan di Palembang dan mengurangi kendaraan masuk ke kota.
Selain itu, pendangkalan Sungai Musi mempengaruhi proses bongkar muat kapal besar di Pelabuhan Boom Baru Palembang.
“Masih dalam proses di KLHK dan membutuhkan waktu kajian dari para ahli. Pembangunan ini melibatkan para ahli yang independen,” jelas Ari.
Proses kajian dari para ahli dilakukan dengan teliti dan tidak bisa dipercepat. Para ahli dikumpulkan untuk memberikan masukan yang memenuhi syarat yang ada.
“Harapannya tahun ini sudah selesai dan dilanjutkan dengan pembangunan,” tambahnya.
Selain itu, tingginya angka kecelakaan yang melibatkan truk di Palembang menjadi sorotan publik. Truk-truk besar tidak hanya menyebabkan kecelakaan tetapi juga kemacetan panjang akibat parkir di bahu jalan.
Dishub Sumsel sedang mencari solusi sementara sambil menunggu realisasi pembangunan pelabuhan Tanjung Carat. Salah satu solusinya adalah menghadirkan kantong-kantong parkir.
“Perlu solusi yang sifatnya bisa direalisasikan segera, yaitu dengan menghadirkan kantong-kantong parkir,” jelas Ari.
Dengan langkah-langkah ini, Pemprov Sumsel berharap dapat mengatasi masalah kepadatan dan kecelakaan di Palembang, sekaligus mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. [AYK]

