RELUNG.ID – Bulan Mei ini bakal menjadi musim pancaroba di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), hal ini dikarenakan peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juni mendatang.
Demikian diketahui dari keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, Kamis (1/5).
Dalam keterangan resminya, sejumlah wilayah di Sumsel pun telah menunjukkan curah hujan yang rendah pada dasarian III April 2025.
Wilayah curah hujan yang rendah atau di bawah 55 mm ini terjadi di Musi Banyuasin, Banyuasin bagian selatan, Palembang, Ogan Ilir, Prabumulih, sebagian Muara Enim, OKI bagian selatan, OKU Timur, OKU bagian timur, OKU Selatan bagian barat, sebagian kecil Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, sebagian Lubuk Linggau, dan Musi Rawas.
Pada fase pancaroba ini sendiri biasanya diikuti dengan peningkatan suhu udara harian. Ini adalah puncak suhu udara maksimum pertama dalam setahun yang terkait dengan pelepasan panas dari daratan dan lautan setelah matahari bergerak semu melintasi wilayah Sumsel.
Selama masa ini, jeda hujan akan memanjang menjadi 3 sampai 6 Hari Tanpa Hujan (HTH). Saat HTH terjadi, suhu udara akan terasa lebih menyengat, akumulasi dari pelepasan panas yang tersebut di atas.
Selain itu, turunnya kelembaban udara serta minimnya pembentukan awan yang biasanya melindungi dari radiasi matahari langsung.
Pola cuaca pada masa pancaroba juga cenderung berubah dengan cepat. Pemanasan intensif pada pagi hari bisa memicu pembentukan sistem konvektif kuat di siang hingga sore hari. Hal ini dapat menyebabkan, hujan deras berdurasi singkat, angin kencang, puting beliung, bahkan hujan es.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat Sumsel untuk menghindari aktivitas luar ruangan berlebih pada siang hari untuk mencegah paparan suhu tinggi.
Kemudian, gunakan pakaian pelindung dan tabir surya bila berada di luar. Cukupi asupan air putih untuk mencegah dehidrasi.
Serta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat mendadak dan angin kencang, khususnya pada siang hingga sore hari.
“Lindungi barang dan bangunan ringan, serta hindari berlindung di bawah pohon saat angin kencang atau badai,” imbaunya. (LWM)

