RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan penambahan helikopter water bombing.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumsel
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Selasa (13/6).
Baca Juga: Komik Komedi Snack Basue Jadi Anime, Kumpulan Cerita Pengunjung yang Aneh!
“Semula ada dua helikopter water bombing, tapi kini ditambah jadi enam unit,” katanya.
Helikopter water bombing ini jenis Bell 412 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dimana, helikopter ini telah beroperasi di beberapa wilayah mulai dari Banyuasin hingga Musi Rawas Utara.
Dia menjelaskan, penambahan helikopter ini dilakukan karena jelajah terbang helikopter cukup terbatas.
Baca Juga: 1,5 Tahun Jalani Wamil, Gong Myung Dibebastugaskan
Ditambah lagi, waktu terbang helikopter ini hanya dapat empat jam, mengingat batasan bahan bakarnya. Karena itu, perlu dilakukan penambahan mengingat saat ini Sumsel telah memasuki musim kemarau.
Dari enam helikopter ini, nantinya dua diantaranya akan digunakan untuk patroli pada pagi hari dan siang hari. Patroli ini dilakukan untuk memantau sehingga pemadaman dapat dilakukan dengan cepat saat ditemukannya titik api.
“Untuk helikopter lainnya itu digunakan untuk pemadaman khususnya daerah yang sulit terjangkau tim darat,” pungkasnya.
Baca Juga: Pj Bupati Muba Lantik dan Rotasi 172 Pejabat, Berikut Rinciannya
Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan Lahan (PPIKHL) Sumsel, Ferdian Kristanto menyebutkan, berdasarkan catatannya hingga Mei 2023, jumlah lahan yang terbakar mencapai 1.050 hektare.
Dia mengaku angka tersebut lebih kecil dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya yang mencapai 1.977 hektare.
“Penurunan ini dikarenakan sejumlah faktor diantaranya petugas yang sudah lebih siap dengan adanya penetapan status siaga darurat,” singkatnya.

