RELUNG.ID – Rencana menjadikan menara Jembatan Ampera sebagai objek wisata unggulan di Palembang masih berada dalam tahap pengkajian. Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, Sulaiman Amin, menyebutkan bahwa izin penggunaan menara tersebut saat ini menjadi wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan.
“Kami masih berkoordinasi dengan BBPJN untuk mengurus izin dan administrasi lainnya. Untuk saat ini, teknis operasionalnya masih di bawah tanggung jawab mereka,” ujar Sulaiman di Palembang, Senin (14/4).
Dinas Pariwisata berharap pengoperasian menara Ampera sebagai objek wisata dapat segera terealisasi guna menarik lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Langkah ini sejalan dengan target Pemkot Palembang untuk mendatangkan 2,3 juta wisatawan pada tahun 2025, termasuk peningkatan jumlah turis asing.
Sulaiman menambahkan bahwa kunjungan wisatawan asing ke Palembang sempat mengalami penurunan signifikan, dari lebih dari 10.000 orang sebelum pandemi COVID-19 menjadi hanya 900 orang pada tahun 2024. Pemkot optimistis jumlah tersebut dapat kembali meningkat seiring dengan upaya pengembangan destinasi wisata baru, seperti menara Ampera.
“Wisatawan asing yang berkunjung, seperti dari Malaysia, Jepang, dan China, biasanya menetap sekitar enam hari dan menghabiskan rata-rata Rp3,8 juta per orang selama berada di Palembang. Ini memberikan dampak besar pada perekonomian lokal,” jelasnya.
Menara Ampera dianggap memiliki daya tarik kuat sebagai ikon Kota Palembang yang tidak hanya indah secara estetika tetapi juga sarat nilai sejarah. Jika izin dapat segera diselesaikan, menara ini diharapkan menjadi magnet baru yang mampu menghidupkan kembali sektor pariwisata pasca-pandemi.
Dengan upaya yang terus dilakukan, Pemkot Palembang optimistis dapat memanfaatkan momentum untuk mengembalikan kejayaan sektor pariwisata sekaligus mendorong perputaran ekonomi di kota ini.[THQ]

