RELUNG.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan pola pembelajaran khusus selama bulan Ramadan. Meski murid diberikan libur pada pekan awal dan akhir Ramadan, mereka tetap akan menjalani kegiatan pembelajaran terstruktur di rumah.
“Selama mereka belajar di rumah, tetap ada kegiatan seperti membaca, menulis, atau aktivitas lainnya. Jadi, ini bukan libur sepenuhnya, melainkan pembelajaran berbasis kegiatan yang disampaikan oleh guru,” ujar Abdul Mu’ti usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).
Untuk mengisi waktu selama pembelajaran di rumah, guru akan memberikan tugas-tugas tematik Ramadan. Salah satunya adalah menulis pengalaman pribadi selama menjalani bulan suci, seperti saat mudik atau mengikuti Salat Idulfitri.
“Misalnya, ketika murid mudik, mereka bisa menulis pengalaman mudiknya. Berkunjung ke rumah siapa, kegiatan apa saja yang dilakukan. Kalau yang Muslim, mereka bisa menceritakan salat Idulfitri, lokasi salat, hingga isi khotbahnya,” jelas Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembelajaran selama Ramadan ini tidak akan dilakukan secara daring. Sebaliknya, murid akan melaksanakan tugas-tugas mandiri yang telah dirancang oleh guru, sehingga tidak diperlukan bantuan pulsa atau kuota internet.
“Karena tidak ada pembelajaran daring atau online, maka tidak ada bantuan pulsa. Ini murni kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara mandiri di rumah,” tandas Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.
Melalui pola pembelajaran ini, diharapkan murid tetap produktif selama Ramadan dengan mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Tugas tematik Ramadan juga diharapkan dapat memberikan makna lebih dalam terhadap pengalaman religius dan sosial siswa selama bulan suci.
“Pendekatan ini tidak hanya menjaga rutinitas belajar, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk merefleksikan pengalaman mereka selama Ramadan,” tutup Abdul Mu’ti.
Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga semangat belajar siswa sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan melalui aktivitas yang relevan dengan momen Ramadan.[TRA]

