Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Mengapa Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Miraj? Ini Penjelasannya
Indeks

Mengapa Arab Saudi Tidak Merayakan Isra Miraj? Ini Penjelasannya

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bendera Arab Saudi. Foto : Istock
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Isra Mikraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yang menjadi momen turunnya perintah salat lima waktu. Namun, berbeda dengan banyak negara mayoritas Muslim lainnya, Arab Saudi tidak memperingati Isra Mikraj sebagai hari besar keagamaan maupun hari libur nasional.

Di Indonesia, Isra Mikraj dirayakan secara luas dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian dan perlombaan, serta ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun, di Arab Saudi, peringatan Isra Mikraj tidak termasuk dalam kalender resmi negara. Berikut beberapa alasan mengapa peristiwa agung ini tidak dirayakan di tanah kelahiran Islam tersebut.

Pendekatan Konservatif terhadap Tradisi

Arab Saudi dikenal sebagai negara yang menerapkan ajaran Islam dengan pendekatan konservatif. Negara ini cenderung mengikuti pandangan yang hanya mengakui perayaan-perayaan yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Karena Isra Mikraj tidak disertai perintah eksplisit untuk dirayakan dalam dua sumber utama ajaran Islam tersebut, pemerintah Saudi tidak menetapkannya sebagai peringatan resmi.

Pendekatan ini sangat dipengaruhi oleh Wahhabisme, sebuah gerakan reformasi Islam yang didirikan oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab pada abad ke-18. Gerakan ini menyerukan untuk kembali pada ajaran Islam murni, tanpa tambahan ritual atau perayaan yang tidak secara jelas diperintahkan oleh Al-Qur’an atau sunnah.

Fokus pada Ibadah Harian

Masyarakat Arab Saudi lebih menekankan pentingnya ibadah harian seperti salat lima waktu, puasa, dan kegiatan keagamaan lainnya. Mereka cenderung tidak menambahkan perayaan-perayaan khusus yang dianggap tidak wajib dalam syariat Islam.

Pendekatan ini juga mencerminkan pandangan bahwa memperingati peristiwa seperti Isra Mikraj tidak boleh menggantikan atau mengurangi fokus pada ibadah rutin yang diwajibkan dalam Islam.

Tradisi Sosial dan Budaya Arab Saudi

Budaya keagamaan di Arab Saudi juga berakar pada tradisi kesederhanaan dalam beribadah. Tidak seperti negara lain yang sering menggelar acara besar untuk memperingati momen keagamaan, Saudi lebih menekankan pada praktik keagamaan individual tanpa tambahan ritual atau perayaan.

Pengaruh Wahhabisme dalam Kebijakan Keagamaan 

Wahhabisme, yang menjadi fondasi utama praktik keagamaan di Arab Saudi, memainkan peran besar dalam pendekatan negara ini terhadap perayaan keagamaan. Gerakan ini menganjurkan umat Islam untuk menjauhi praktik-praktik yang dianggap sebagai bid’ah atau inovasi dalam agama, termasuk perayaan yang tidak memiliki landasan kuat dalam sumber utama ajaran Islam.

Kesederhanaan dalam Islam

Arab Saudi menilai bahwa ajaran Islam mengedepankan kesederhanaan dalam menjalankan ibadah dan ritual. Oleh karena itu, mereka memilih untuk tidak menjadikan Isra Mikraj sebagai momen perayaan yang besar, melainkan fokus pada pemahaman mendalam tentang makna peristiwa tersebut.

Meskipun begitu, peristiwa Isra Mikraj tetap menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang diakui oleh seluruh umat Muslim, termasuk di Arab Saudi. [TRA]

Arab Saudi Isra’ Mi’raj
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Belum Hafal Lintasan, Bus Wisatawan Terperosok di Kebun Teh Gunung Dempo
Next Article 29.109 Listrik Menyala Gratis Lewat Program Light Up The Dream PLN
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,874 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,746 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,720 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?