Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Mengapa Carstensz Jadi Puncak Tersulit? Pendaki Sumsel Beberkan Faktanya
Regional

Mengapa Carstensz Jadi Puncak Tersulit? Pendaki Sumsel Beberkan Faktanya

RiyadiBy Riyadi05/03/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Carstensz, Pegunungan Jayawijaya, Papua. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Insiden meninggalnya dua pendaki wanita, Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono, di Puncak Carstensz, Pegunungan Jayawijaya, Papua, masih menyisakan duka mendalam bagi para pendaki gunung di Indonesia. Keduanya meninggal dunia saat perjalanan turun dari Puncak Piramida Carstensz, diduga akibat acute mountain sickness (AMS) atau penyakit ketinggian.

Gunung tertinggi di Indonesia ini dikenal memiliki medan yang sangat menantang, tetapi tetap menjadi impian banyak pendaki. Puncak yang masuk dalam tujuh gunung tertinggi di dunia atau *World Seven Summits* ini bahkan disebut memiliki jalur pendakian tersulit di Indonesia.

Seorang pendaki asal Sumatera Selatan, Muhammad Razaq, berbagi pengalaman saat berhasil mencapai Puncak Carstensz dalam ekspedisi “Mafesripala World Seven Summits” pada 2017. Menurutnya, tantangan pendakian tidak hanya saat mencapai puncak, tetapi juga dalam perjalanan menuju basecamp.

Baca juga :   Dua Jemaah Haji Embarkasi Palembang Tunda Keberangkatan Karena Faktor Kesehatan

“Ada dua cara menuju Basecamp Lembah Kuning, yaitu dengan trekking dan helikopter. Dulu, kami berjalan kaki menyusuri desa-desa di sekitar PT Freeport selama dua hari satu malam untuk sampai ke basecamp. Medannya sangat terjal dan berat,” ungkapnya.

Namun, sejak jalur pendakian Carstensz dibuka kembali, jalur trekking sudah tidak diperbolehkan karena alasan keamanan akibat konflik bersenjata di wilayah tersebut. “Sekarang, satu-satunya cara menuju basecamp adalah menggunakan helikopter. Ini menjadi tantangan pertama yang dihadapi pendaki sebelum memulai pendakian. Setelah itu, mereka harus melakukan aklimatisasi atau penyesuaian diri dengan ketinggian dan cuaca,” jelasnya.

Razaq menegaskan bahwa medan di Carstensz lebih sulit dibandingkan dengan puncak lain dalam Seven Summits. Pendaki tidak hanya dituntut memiliki fisik yang kuat, tetapi juga keterampilan teknis dalam panjat tebing.

Baca juga :   Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, Ketua PMPB Palembang Kacik Atai Tutup Usia

“Carstensz berbeda dengan Gunung Elbrus di Rusia atau Kilimanjaro di Afrika yang lebih banyak jalur trekking. Di Carstensz, pendaki harus memiliki kemampuan *climbing* atau panjat tebing dengan teknik tali temali. Ini yang membuatnya lebih menantang dibandingkan puncak lainnya,” ujarnya.

Dalam insiden yang menyebabkan meninggalnya Lilie dan Elsa, menurut Razaq, cuaca ekstrem bukan satu-satunya faktor yang harus diwaspadai. Persiapan yang matang, baik dari segi fisik, teknik, maupun pengetahuan, sangat penting dalam menghadapi tantangan di Carstensz.

“Banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari perubahan cuaca yang ekstrem dalam hitungan menit hingga kondisi fisik pendaki yang harus benar-benar prima. Selain itu, skill dalam panjat tebing juga sangat diperlukan untuk bisa mencapai puncak dengan aman,” pungkasnya. [YSF]

Cartensz Mafesripala Pendaki Sumsel Puncak Tersulit
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAnggaran Belum Jelas, Pemkab Empat Lawang Koordinasi dengan Pemprov Sumsel untuk PSU
Next Article Sambut Lebaran, Layanan Tukar Uang Rupiah di Palembang Dibuka Hingga 27 Maret 2025
Riyadi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202615 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,972 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,843 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,816 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?