Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Mengenal Sejarah Kabupaten OKI yang Berkaitan dengan Ogan Ilir
Indeks

Mengenal Sejarah Kabupaten OKI yang Berkaitan dengan Ogan Ilir

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda14/07/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kayu Agung ibukota OKI, Foto : Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Generasi millenial di Sumatra Selatan (Sumsel) sudah seharusnya mengenal berbagai sejarah daerah di Bumi Sriwijaya, termasuk sejarah Ogan Komering Ilir (OKI) yang memiliki kaitan sejarah dengan Ogan Ilir (OI).

Mengetahui sejarah berarti turut serta dalam mengingat jasa pahlawan dan wujud kecintaan diri terhadap negara. Berikut sejarah terkait dengan Kabupaten OKI, Sumsel.

Sejarah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

Sejarah OKI dimulai dari era penjajahan Belanda. Kabupaten ini termasuk ke dalam wilayah Keresidenan di Sumsel, dan Sub Karesidenan di Palembang. Afdeling atau Sub Keresidenan ini kemudian dibagi menjadi beberapa bagian dan wilayah, seperti wilayah onder afdeling Komering Ilir serta onder afdeling Ogan Ilir. Pada era kemerdekaan, wilayah ini termasuk ke dalam Keresidenan Palembang yang telah mencakup 26 marga.

Pada masa Orde Baru, wilayah OKI kembali dipecah menjadi 12 kecamatan defensif serta enam kecamatan perwakilan. Dalam perjalanannya, wilayah ini dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu OKI dan OI. Setelah mengalami pemekaran, wilayah tersebut memiliki 12 kecamatan yang meliputi 272 desa dan 11 kelurahan.

Asal Usul Penamaan Ogan Ilir

Asal usul penamaan Ogan Ilir terjadi pasca reformasi. Jika sebelumnya Ogan Ilir berada dalam satu kesatuan wilayah dengan OKI, kemudian OI akhirnya memisahkan diri. Kedua wilayah memiliki hubungan erat sebelum masa kemerdekaan. Sebutan OI dikaitkan dengan keberadaan wilayah yang terletak di hilir Sungai Ogan, salah satu dari sembilan sungai besar di Sumsel.

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, nama Ogan Ilir menjadi Zona Ekonomi Afdeling yang merupakan daerah perkebunan pada masa itu. Pada Januari 1939, wilayah ini resmi dibentuk dan dipimpin oleh A.V. Peggemier yang menjalankan tugasnya di Tanjung Raja.

Demografi dan Keragaman Budaya

Kabupaten OKI mempunyai banyak sekali suku bangsa, baik suku asli maupun suku yang dibawa oleh pendatang, seperti Suku Melayu, Bali, dan Komering. Selain itu, daerah ini juga memiliki berbagai bahasa yang beragam, mulai dari bahasa Bali, Bugis, Sunda, hingga bahasa Madura. Bahasa-bahasa ini digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari di berbagai desa.

Berdasarkan segi demografi, jumlah penduduk OKI mencapai 727.376 jiwa. Setiap tahunnya, kawasan ini mengalami pertumbuhan jumlah penduduk hingga 2,01 persen, dengan tingkat kepadatan sekitar 69 jiwa per kilometer persegi.

Warisan Budaya

Sejarah OKI juga dapat dilihat dari warisan budaya daerah yang dimilikinya. Daerah ini memiliki banyak sekali warisan yang ditinggalkan oleh nenek moyang, salah satunya adalah tradisi arak-arakan yang diiringi dengan alunan musik tradisional. Kegiatan tersebut dikenal dengan sebutan Midang, yang diadakan untuk menyambut kedatangan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Demikian penjelasan singkat terkait sejarah Ogan Komering Ilir yang wajib untuk diketahui. Mengingat serta melestarikan sejarah yang ada sekarang ini menjadi salah satu bentuk dari menghargai perjuangan pendahulu. Setuju?[AYK]

 

Ogan Ilir Ogan Komering Ilir Sejarah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Bunuh Diri, Pria Lajang di Palembang Terjun ke Sungai Musi
Next Article Joe Biden Merespon Insiden Penembakan yang Melukai Donald Trump di Pennsylvania
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?