Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Mengulik Sejarah dan Cara Membuat Kain Jumputan Palembang
Lifestyle

Mengulik Sejarah dan Cara Membuat Kain Jumputan Palembang

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda30/03/2024
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Sejarah Kain Jumputan Palembang. Sumber: Unsplash
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Sejarah kain jumputan Palembang menjadi topik menarik dalam diskusi tentang budaya Indonesia. 

Dikutip dari buku Tritik Jumputan Inovatif oleh Suryani dan Tika, kain tritik jumputan pada dasarnya merupakan kain yang dihasilkan dari proses pewarnaan dengan menggunakan bahan perintang seperti benang, tali, atau sejenisnya.

Lalu, bagaimana sejarah kain jumputan Palembang?

Sejarah Kain Jumputan Palembang

Saat ini, teknik jumputan lebih dikenal dengan istilah tie dye. Sejarah teknik celup ikat atau tie dye berasal dari Tiongkok yang kemudian berkembang di wilayah India. Penyebaran teknik tersebut mencapai Afrika dan Asia Tenggara melalui jalur sutera, yang menghubungkan Tiongkok hingga ke daratan Roma dan Persia.

Di Indonesia, teknik celup ikat atau tie dye memiliki berbagai penyebutan yang berbeda. Di Palembang, kain jumputan juga dikenal dengan sebutan cinde atau kain pelangi.

Nama “jumputan” sendiri berasal dari kata “jumput”, yang mengacu pada proses pembuatan kain dengan cara menarik (dicomot) dan menjumputnya.

Biasanya, batik jumputan Palembang memiliki motif yang sederhana, mulai dari motif kayu, biji-bijian, hingga bunga. Namun, batik jumputan tradisional hanya memiliki variasi motif yang terbatas.

Penggunaan batik jumputan tradisional umumnya terbatas pada acara-acara khusus, seperti upacara adat. Meskipun demikian, keindahan dan keunikan motif serta teknik pembuatannya membuat kain jumputan Palembang tetap menjadi bagian yang penting dalam warisan budaya Indonesia.

Cara Membuat Kain Jumputan

Sebelum mulai membuat kain jumputan, ada berbagai alat dan bahan yang harus disiapkan yaitu:

  1. Tali atau karet
  2. Panci
  3. Kain
  4. Air
  5. Zat pewarna
  6. Sendok kayu
  7. Ember
  8. Kelereng, koin, atau batu

Setelah semua alat dan bahan siap, berikut ini cara membuat kain jumputan yang dapat diikuti:

Umumnya kain yang digunakan adalah sutera atau katun dengan daya serap bagus

Menggunakan batu, koin, atau kelereng sebagai isian dalam kain sebelum diikat sesuai motif

Ikat bagian-bagian kain memakai tali atau karet

Kain yang sudah diikat dicelupkan dalam larutan air dan pewarna yang sudah dimasak sampai mendidih

Kain direndam selama beberapa menit agar warna menyerap maksimal sambil diaduk memakai sendok kayu

Kain diangkat kemudian dibilas menggunakan air bersih dalam ember

Karet atau tali dilepas lalu kain diangin-anginkan atau dijemur sampai kering

Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai sejarah kain jumputan Palembang dan cara pembuatannya.

 

Kain Jumputan Palembang Sejarah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleVIDEO: Pesan Menyentuh Vidi Aldiano, Begini Isinya…
Next Article Diserang Netizen Salah Alamat, Dewi Sandra Kasih Paham Begini
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Regional

Pembina Pramuka di Palembang Ditangkap Usai Lecehkan 8 Siswa SMP

10/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?