RELUNG.ID — Kota Palembang memiliki beragam aset bersejarah, salah satunya adalah Jembatan Ampera, yang dulunya merupakan jembatan terpanjang di kawasan ASEAN pada masanya.
Selain itu, Jembatan Ampera juga memiliki pesona untuk memikat wisatawan yang singgah di Palembang Kota Palembang,
Ada beberapa fakta menarik tentang Jembatan Ampera yang mungkin belum banyak diketahui Relungnres.
Baca Juga: Sebelum ke Palembang, Yuk Hafalin Dulu Macam-macam Bahasanya
1. Awalnya Bernama Jembatan Bung Karno:
Pada tahun 1965, Jembatan Ampera diresmikan dengan nama Jembatan Bung Karno sebagai penghormatan terhadap peran Bung Karno dalam pembangunan jembatan ini. Namun, pergolakan politik pada tahun 1966 menyebabkan perubahan nama menjadi Jembatan Ampera.
2. Arti ‘Ampera’ :
Nama ‘Ampera’ adalah singkatan dari “Amanat Penderitaan Rakyat,” mencerminkan semangat dan makna mendalam terkait perjuangan rakyat pada masa perubahan politik di Indonesia.m
3. Jembatan Terpanjang di ASEAN:
Jembatan Ampera memegang predikat sebagai jembatan terpanjang di kawasan ASEAN setelah diresmikan pada tahun 1965. Dengan panjang mencapai 1.177 meter dan lebar 22 meter, jembatan ini menjadi salah satu kebanggaan kota Palembang.
Baca Juga: Resep Model Ikan Makanan Khas Palembang, Cobain Yuk di Rumah
4. Transformasi Warna yang Menarik:
Jembatan Ampera telah mengalami tiga kali perubahan warna yang unik sepanjang sejarahnya. Pada awalnya berwarna abu-abu, kemudian menjadi kuning pada tahun 1992, dan akhirnya berubah menjadi merah bata pada tahun 2002, menciptakan tampilan yang mencolok dan khas.
5. Ketinggian yang Mengesankan:
Dengan ketinggian lebih dari 11 meter dari permukaan air, Jembatan Ampera tidak hanya memikat dengan panjangnya tetapi juga dengan ketinggiannya, memberikan pemandangan spektakuler di atas Sungai Musi.
6. Warisan Budaya yang Perlu Dijaga:
Jembatan Ampera bukan hanya sebagai struktur fisik yang menghubungkan dua tepi sungai, tetapi juga sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Perubahan nama dan warna mencerminkan perubahan zaman dan budaya di sekitarnya.
Baca Juga: Berdiri Selama 59 Tahun, Begini Sejarah dan Fakta Jembatan Ampera
7. Kemampuan Jembatan Ampera bisa naik turun
Fakta Jembatan Ampera selanjutnya adalah kemampuannya untuk menaik-turunkan bagian tengah jembatan untuk mempermudah transportasi kapal pengangkut barang dengan ukuran besar.
Bagian tengah jembatan ini diangkat dengan peralatan mekanis, dua bandul pemberat masing-masing sekitar 500 ton di dua menaranya. Kecepatan angkatnya sekitar 10 meter per menit dan total waktu diperlukan untuk mengangkat penuh jembatan ini selama 30 menit.
Namun sejak tahun 1970, aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah nggak lagi bisa kita lihat. Alasannya? Karena waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap terlalu lama dan mengganggu arus lalu lintas di atasnya. Dan pada tahun 1990, kedua bandul 500 ton di 2 menara jembatan ini diturunkan untuk menghindari jatuhnya kedua beban pemberat ini.
Demikian fakta-fakta Jembatan Ampera yang dirangkum RELUNG.ID. Jangan lupa mampir

