RELUNG.ID – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa vaksin tuberkulosis (TBC) bernama M72, yang dikembangkan oleh Gates Foundation, akan masuk ke dalam program vaksinasi nasional Kementerian Kesehatan. Vaksin ini rencananya akan diberikan secara gratis kepada masyarakat mulai tahun 2028.
“Burden (beban) TBC sangat tinggi, bahkan menjadi penyebab kematian terbesar dibandingkan malaria, DBD, atau penyakit lainnya. Setiap tahun, ada satu juta kasus TBC di Indonesia dengan angka kematian mencapai 125 ribu jiwa,” ujar Menkes Budi saat kunjungan ke Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025).
Indonesia telah menyelesaikan rekrutmen 2.095 partisipan untuk uji klinik fase 3 vaksin M72. Proses ini melibatkan berbagai institusi medis terkemuka seperti RSUP Persahabatan, RS Islam Cempaka Putih Jakarta, RS Universitas Indonesia, FK Unpad Bandung, dan FKUI Jakarta.
Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji, Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang terlibat dalam uji klinik ini. Total partisipan fase 3 mencapai 20.081 orang, dengan Afrika Selatan menjadi kontributor terbesar (13.071 partisipan), diikuti Kenya (3.579), Indonesia (2.095), Zambia (889), dan Malawi (447).
“Uji klinik fase 3 adalah tahap akhir sebelum regulator memberikan izin edar vaksin. Ini melibatkan ribuan partisipan untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin,” jelas Aji dalam keterangannya, Kamis (8/5/2025).
Vaksin M72 diharapkan menjadi solusi penting dalam penanganan TBC, yang hingga kini masih menjadi penyakit menular mematikan di Indonesia. Dengan pelaksanaan vaksinasi yang direncanakan pada tahun 2028, pemerintah optimis angka kematian akibat TBC dapat ditekan secara signifikan.
“Insyaallah, begitu proses pengembangan selesai, vaksin ini akan segera dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional,” tegas Budi.[THQ]

