RELUNG.ID – Pemerintah kembali menghadapi tantangan dalam penyaluran subsidi energi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dari total Rp 386,9 triliun subsidi energi dan kompensasi yang digelontorkan sepanjang 2024, sebagian besar justru masih ikut dirasakan kelompok masyarakat mampu.
“Data Susenas BPS menunjukkan, kelompok desil 8–10 atau masyarakat berpengeluaran tinggi, masih menikmati porsi signifikan dari subsidi energi,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (30/9).
Padahal, tujuan utama subsidi adalah meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah. Ironisnya, data menunjukkan kelompok terbawah (desil 1) hanya menikmati sekitar 7 persen manfaat, atau senilai Rp 28,2 triliun.
Sebaliknya, porsi subsidi justru lebih besar dinikmati kelompok menengah ke atas. Pada desil 6 dan 7, masing-masing mencapai 11 persen manfaat, setara Rp 43 triliun. Sementara kelompok terkaya (desil 9 dan 10) tetap kebagian subsidi, masing-masing Rp 37,8 triliun dan Rp 33,6 triliun.
Jika dirinci, mayoritas subsidi terserap di sektor listrik, disusul BBM, lalu LPG. Misalnya pada desil 5, subsidi yang diterima mencapai Rp 41,9 triliun dengan porsi Rp 20,7 triliun untuk listrik, Rp 13,7 triliun untuk BBM, dan Rp 7,8 triliun untuk LPG.
Purbaya menegaskan, pemerintah akan memperkuat kebijakan agar subsidi lebih tepat sasaran.
“Ke depan, kita akan terus berusaha memastikan subsidi dan kompensasi lebih berkeadilan,” katanya.[THQ]

