RELUNG.ID — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau dan menyerahkan bantuan sosial, sembako, cadangan pangan, serta bantuan untuk keluarga stunting dan ibu hamil kurang energi kronis.
Penyerahan bantuan sosial tersebut berlangsung di Lapangan Desa Jatimulyo dan dihadiri oleh Menko PMK RI, Bupati Lanosin, dan Wakil Bupati OKU Timur Adi Nugraha Purna Yudha pada hari Kamis (29/2).
Menko PMK dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan dari pemerintah pusat dan program-program dari Kemenko PMK telah berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
“Kehadiran kami di sini untuk memastikan bantuan pemerintah melalui Inpres berjalan dengan baik dan tepat sasaran seperti yang ada di dalam daftar penerima manfaat,” ujarnya.
Menko PMK juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Bupati Enos dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten OKU Timur.
“Alhamdulillah, untuk kemiskinan ekstrem di OKU Timur hanya 0,66 persen dan angka stunting di atas rata-rata nasional. Melihat kinerja Pak Bupati, patut untuk dilanjutkan,” ucapnya.
Menko PMK juga mengumumkan bahwa Kabupaten OKU Timur akan menjadi proyek percontohan perluasan sawah berbasis rawa.
“Kalau sawahnya semakin luas, petani akan semakin makmur karena gabah panennya semakin banyak. Apalagi jika harga gabah tinggi, insya allah petaninya sejahtera,” jelasnya.
Bupati OKU Timur, Lanosin, turut mengapresiasi perhatian, bantuan, dan dukungan yang diberikan Menko PMK RI kepada Kabupaten OKU Timur, termasuk pemberian insentif fiskal tahun berjalan untuk kategori kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem tahun 2023.
“Tentunya Pemkab OKU Timur sangat mengharapkan agar berbagai bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat dapat terus berkesinambungan bahkan ditingkatkan di masa mendatang guna mendukung percepatan penurunan angka kemiskinan, stunting, serta peningkatan kesejahteraan di Kabupaten OKU Timur,” harap Enos. [RG]

