Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Menkomdigi Temui Google di Paris, Dorong Perlindungan Anak di Internet
Techno

Menkomdigi Temui Google di Paris, Dorong Perlindungan Anak di Internet

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda13/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia, Meutya Hafid bertemu dengan Wakil Presiden Kebijakan Publik YouTube, Leslie Miller, pada Senin (10/2/2025). Foto: Dok. Komdigi
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan kunjungan kerja ke Paris, Prancis, untuk bertemu dengan perwakilan Google. Dalam pertemuan yang berlangsung pada 10 Februari 2025 di Kantor Google Paris, Meutya meminta dukungan perusahaan teknologi tersebut terhadap regulasi perlindungan anak di internet yang tengah disusun pemerintah Indonesia.

Kedatangan Meutya disambut oleh Wakil Presiden Kebijakan Publik YouTube, Leslie Miller. Dalam diskusi tersebut, Menkomdigi menegaskan urgensi aturan yang lebih ketat guna melindungi anak dari konten berbahaya, seperti pornografi anak dan judi online, yang kasusnya terus meningkat di Indonesia.

“Kami mengharapkan kerja sama dari Google untuk memastikan lingkungan online yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya Hafid.

Menkomdigi mengutip data dari National Center of Missing and Exploited Children, yang mencatat bahwa Indonesia termasuk dalam empat besar negara dengan kasus pornografi anak tertinggi di dunia. Selain itu, laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa 2 persen dari 80 ribu pemain judi online di Indonesia masih berusia di bawah 10 tahun.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berencana menerapkan regulasi pembatasan usia anak dalam menggunakan media sosial. Aturan ini bertujuan untuk membatasi akses serta memberikan perlindungan dari dampak negatif konten digital.

Menanggapi permintaan Menkomdigi, Leslie Miller menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi Google, khususnya untuk platform YouTube. Oleh karena itu, Google menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah pemerintah dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak-anak.

“Kami siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan platform kami lebih aman bagi semua pengguna, terutama anak-anak,” ujar Miller dalam pernyataan resminya.

Menkomdigi menjelaskan bahwa regulasi pembatasan usia penggunaan media sosial bagi anak akan mengacu pada Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun, mengingat pembahasan undang-undang dapat memakan waktu panjang, pemerintah berencana untuk terlebih dahulu mengeluarkan Peraturan Pemerintah sebagai langkah awal implementasi kebijakan ini.

Dengan dukungan Google serta pihak terkait lainnya, diharapkan regulasi ini dapat segera diterapkan guna melindungi anak-anak Indonesia dari ancaman dunia digital.[THQ]

Google Menkomdigi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenhub Pastikan Mudik Gratis 2025 Tetap Berjalan Meski Ada Efisiensi Anggaran
Next Article Hati-Hati! Jemur Pakaian di Dalam Rumah Bisa Picu Pertumbuhan Jamur Berbahaya
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,883 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,755 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,729 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?