RELUNG.ID – Sumsel kini menjadi salah satu provinsi ujung tombak penyangga pangan di tanah air.
2000 ton beras untuk Indonesia pun telah dijamin oleh Sumsel.
Meski demikian, Mentan RI menantang Gubernur Sumsel untuk menambah tanam sawah dalam menghadapi elnino tahun ini.
Baca Juga: 11 Gejala Gangguan Mental, Harus Kamu Ketahui dan Antisipasi
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pihaknya mengapresiasi Sumsel telah menjadi salah satu ujung tombak penyangga pangan di Sumsel bahkan secara nasional.
Namun, untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan dunia akibat elnino, dia menantang Gubernur Sumsel, Herman Deru untuk menambah tanam sawah seluas 150 ribu hektar.
“Saya optimis Sumsel mampu menambah 150 ribu hektar lahan tambah tanam ini. Apalagi Sumsel ini tidak kekurangan dalam hal pertanian,” katanya saat meninjau Tanam Perdana Padi Gemas Elnino di Desa Pelabuhan Dalam Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin (7/8).
Baca Juga: Berikut Daftar Penerima Penghargaan Udin Award dan Tasrif Award 2023
Sejauh ini, Sumsel telah memberi jaminan untuk berkontribusi dalam menghadapi dampak elnino.
Setidaknya 150 hektar lahan di Sumsel ini bisa jadi eksisting yang akan menghasilkan pangan dan jadi lumbung bagi negara ini.
“Saya yakin Sumsel dapat menjadi pahlawan dalam hal pangan,” harapnya.
Baca Juga: PENTING! Ini Ciri-ciri Hypersex dan Cara Mengatasinya
Sejauh ini, stok beras di tanah masih aman dan terkendali. Apalagi, 800 ribu hektar sawah sudah siap panen. “Kita tidak boleh terlalu percaya diri. Tapi, harus mengupayakan cadangan pangan dalam menghadapi elnin,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengaku, jika Sumsel telah siap untuk menambah lahan tanam sawah seluas 150 ribu hektar untuk menghadapi dampak elnino.
“Kesanggupan ini tentu tidak hanya datang dari pemerintah saja, tapi juga semua unsur termasuk para petani. Sumsel tentu yakin ini akan berhasil,” singkatnya.
Baca Juga: Ini 4 Tipe Narsis! Apakah Kalian juga Narsistik
Untuk diketahui, saat ini luas lahan baku sawah di Sumsel seluas 470.602 hektar dengan rincian irigasi sebesar 75.798, sawah tadah hujan 52.912, sawah pasang surut 214.454, dan sawah lebak 127.438.

