RELUNG.ID – Optimisme pemerintah terhadap arah perekonomian nasional kian menguat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia telah memasuki fase ekspansi sejak 2023, dan momentum pertumbuhan ini diyakini bisa berlanjut hingga 2030 jika dikelola dengan tepat.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam forum yang disiarkan melalui kanal YouTube Universitas Indonesia. Purbaya menjelaskan bahwa pola ekonomi Indonesia bergerak dalam siklus jangka panjang: tujuh hingga sepuluh tahun ekspansi, diselingi sekitar satu tahun resesi.
“Resesi terakhir kita terjadi pada 2020. Sejak 2023 kita sudah masuk fase ekspansi lagi. Kalau kita pintar mengelola, fase ini bisa terus berlanjut,” ujarnya, Senin (16/2).
Menurutnya, fase ekspansi bukan sekadar angka pertumbuhan positif, melainkan peluang strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi. Ia menyebut generasi muda—terutama lulusan baru—akan menjadi penentu arah pertumbuhan dalam beberapa tahun mendatang.
“Saya pastikan ekspansi ini bisa berlangsung sampai 2030. Kontribusi generasi baru di pasar kerja akan sangat signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen yang selama ini dianggap stabil belum cukup kuat untuk menjawab tantangan penciptaan lapangan kerja. Setiap tahun, jutaan penduduk memasuki usia produktif dan membutuhkan ruang kerja baru.
“Lima persen terlihat bagus, tapi itu belum cukup. Kita minimal harus tumbuh 6,7 persen menuju 7 persen agar mampu menyerap tenaga kerja baru,” tegasnya.
Lebih jauh, Purbaya menyoroti pengalaman sejumlah negara maju seperti Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, hingga China. Ia menilai, negara-negara tersebut mampu melesat karena mempertahankan pertumbuhan tinggi—bahkan dua digit—dalam periode panjang.
“Tantangan berikutnya bukan sekadar menjaga stabilitas, melainkan mendorong pertumbuhan lebih agresif tanpa mengorbankan ketahanan fiskal. Fase ekspansi yang kini berlangsung menjadi jendela kesempatan untuk mempercepat industrialisasi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing global,”kata dia. [THQ]

