Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Menyelami Peran Jawara dalam Pelestarian Budaya dan Kebangsaan, Kuntaw Terancam Punah
Regional

Menyelami Peran Jawara dalam Pelestarian Budaya dan Kebangsaan, Kuntaw Terancam Punah

alwiBy alwi03/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sarasehan Budaya yang digelar Bung Baja dan dihadiri para seniman, budayawan, serta anggota DPRD Palembang. (Dudi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Di tengah derasnya arus modernisasi, kearifan lokal dan olahraga tradisional seperti kuntaw kian terpinggirkan. Namun, semangat pelestarian budaya tidak pernah surut.

Hal ini terlihat dari penyelenggaraan acara sarasehan budaya yang digagas oleh Gabungan Brigade Advokat dan Jawara (Bung Baja) di Gedung Kesenian Palembang.

Baca juga :   DPRD Palembang Siap Kawal Kasus Dugaan Malapraktik Anak di Palembang

Bertajuk ‘Peran Serta Jawara dalam Perspektif Berbangsa dan Bernegara’, kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh dari kalangan akademisi, seniman, sejarawan, dan pejabat daerah yang bersama-sama menggali peran jawara dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan identitas kebangsaan.

Acara yang berlangsung pada hari Minggu (2/2) ini dihadiri oleh sejumlah figur penting, mulai dari akademisi UIN Raden Fatah Kemas seperti Ari Panji, seniman lokal Palembang seperti Ali Goik, Iman Kasta, Heri Mastari, Edi Payuni, Fir Azwar, Marta Astra Winata, Genta, Isnayanti Safrida, hingga kerabat kesultanan Palembang Darussalam seperti Merry Hamraeny.

“Kita mengupas dari para jawara, kalau di Palembang pendekar namanya. Pendekar-pendekar ini sudah ada sejak zaman kerajaan dulu. Seorang jawara pasti ahli bela diri, baik dalam hal fisik maupun dalam ilmu magis. Dulu, jika seseorang ingin memimpin kampong, harus memiliki reputasi sebagai jawara.” kata Ketua Umum Bung Baja, Adv M Iskandar Sabani.

Baca juga :   Pemkab Empat Lawang Serius Kelola Limbah MBG, Cegah Dampak Lingkungan

Menurutnya, peran para jawara yang dahulu tak hanya sebagai ahli bela diri, tetapi juga sebagai penjaga dan pembela tanah air, perlu diangkat kembali relevansinya dalam konteks kemerdekaan saat ini.

Di masa penjajahan Belanda, kehadiran mereka sangat penting dalam mempertahankan kedaulatan. Kini, tantangan baru muncul dengan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap ilmu bela diri tradisional seperti kuntaw.

Kuntaw: Warisan Tradisi yang Terancam Punah

Kuntaw, yang dalam kearifan lokal Palembang dikenal sebagai olahraga tradisional dengan nilai historis, merupakan bagian integral dari identitas budaya setempat.

Sejarawan Sumsel, Dedi Irwanto mengungkapkan, sejak masa lampau, di Palembang mengenal istilah kuntaw, pendekar, dan orang-orang yang memiliki ilmu bela diri.

“Mereka dioptimalkan oleh Kesultanan Palembang Darussalam, mereka adalah prajurit regular yang dilatih dari daerah uluan. Namun sayangnya, di masa sekarang, para kuntaw mulai terancam punah,” katanya,

Baca juga :   Honorer Sekretariat DPRD Palembang Tewas, Usai Kios Miliknya Terbakar

Regenerasi menjadi salah satu masalah utama. Guru-guru kuntaw, yang biasanya merupakan generasi tua dengan penguasaan mendalam terhadap ilmu bela diri tersebut, kian sulit untuk meneruskan warisan budaya kepada generasi muda.

Kini, minat masyarakat lebih condong kepada bela diri lain seperti pencak silat dan taekwondo.

“Kuntaw harus mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama Pemprov Sumsel, agar tidak hilang ditelan zaman,” tambahnya.

Baca juga :   Lahan Bekas Dermaga Batubara Pertamina di Plaju Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Api

Sementara itu, Anggota DPRD Palembang, Mgs Syaiful Padli menegaskan, diskusi ini tentunya sangat penting untuk ditindaklanjuti.

“Kami berharap agar nilai-nilai kebudayaan dan pariwisata yang telah disepakati dalam forum tersebut segera diwujudkan melalui audiensi dan pengesahan perda terkait pemajuan kebudayaan,”harapnya.

Budayawan Palembang, Vebri Al Lintani, mengaku kegiatan ini sangat baik. Menurutnya, Bung Baja tidak hanya menghimpun, tapi juga menambah wawasan, terutama mengenai kegiatan beladiri tradisional.

Baca juga :   Izin dan Pajak Dipertanyakan, Lima Pengelola Tempat Hiburan Malam Dipanggil

“Tapi, dalam upaya legislasi perda kebudayaan, kita harus cermat agar tidak terjebak dalam kopi paste aturan yang tidak relevan dengan konteks lokal kita,” katanya.

Vebri juga mengusulkan pertemuan lanjutan antara para praktisi budaya, Bung Baja, dan DPRD untuk membahas secara mendalam mengenai 10 objek pemajuan kebudayaan yang diamanatkan undang-undang, salah satunya adalah olahraga tradisional seperti kuntaw.

“Kami harap dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, warisan budaya seperti kuntaw tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga terus hidup sebagai bagian integral dari identitas bangsa,” tutupnya. (DSK)

Budayawan Palembang DPRD Palembang Jawara Kuntaw Pencak Silat sarasehan budaya Seniman Palembang Taekwondo Vebri Al Lintani
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleOpenAI Rilis o3 Mini, Chatbot Paling Hemat Biaya
Next Article Turun Rp3.000, Harga Emas Antam Dibanderol Rp1.621.000 Per Gram
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,887 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,759 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,733 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?