RELUNG.ID — Militer Israel mengeluarkan seruan penting kepada pengungsi Gaza yang berada di utara dan selatan untuk segera melakukan evakuasi ke Kota Gaza bagian barat.
Seruan tersebut disampaikan oleh Juru bicara Angkatan Darat Avichay Adraee pada Sabtu (11/5), menyusul serangan militer Israel di sebagian wilayah Rafah di Gaza selatan, tempat sekitar 1,5 juta pengungsi Palestina mencari perlindungan.
“Seruan kepada semua penduduk dan pengungsi di daerah Jabalia dan lingkungan Al-Salam, Al-Nour, Tal Al-Zaatar, Proyek Beit Lahia, Kamp Jabalia, Ezbet Mlin, Al- Rawda, Al-Nuzha, Al-Jarn, Al-Nahda, dan Al-Zuhour di bagian utara Jalur Gaza agar segera pergi ke tempat penampungan di sebelah barat Kota Gaza,” kata Avichay.
Tentara Tel Aviv juga mendesak pengungsi di beberapa lingkungan di Rafah timur, tempat mereka memperluas operasinya, untuk mengevakuasi diri.
“Beberapa lingkungan di Rafah timur, khususnya di kamp Rafah dan Shaboura, dan lingkungan Al-Adari, Al-Jeneina, dan Khirbat Al-Adas di blok 6-9, 17, 25-27, 31. Pergilah ke wilayah kemanusiaan yang diperluas di Al-Mawasi,” tambahnya.
Pasukan militer Tel Aviv sebelumnya telah memerintahkan 100.000 warga Palestina yang mengungsi di Rafah untuk mengungsi ke Al-Mawasi sebelum mereka melancarkan invasinya yang masih berlangsung.
Meskipun beberapa negara telah memperingatkan Israel agar tidak melakukan operasi militer di Rafah, Israel tetap melanjutkan serangannya. Akibatnya, hampir 34.950 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, telah meninggal dunia, dan hampir 78.600 lainnya terluka.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, dengan beberapa negara mengeluarkan kecaman dan meminta Israel untuk menghentikan tindakan tersebut serta memastikan bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.
Afrika Selatan telah meminta ICJ untuk memerintahkan Israel menarik diri dari Rafah sebagai tindakan darurat tambahan terkait eskalasi perang yang semakin memanas

