RELUNG.ID – Gelombang penipuan berkedok rekrutmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkembang seiring pesatnya teknologi digital. Di Divre III Palembang, pelamar kembali dibombardir pesan kelulusan palsu melalui WhatsApp, SMS, akun media sosial tiruan, hingga situs web palsu yang dibuat nyaris menyerupai laman resmi perusahaan.
Kondisi ini membuat PT KAI Divre III Palembang mengambil langkah tegas. Perusahaan menegaskan bahwa segala bentuk tawaran “jalur khusus”, “jalur cepat”, atau permintaan biaya dari pihak tertentu adalah penipuan.
Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti, menekankan bahwa KAI tidak mengenal sistem titipan, rekomendasi, ataupun pihak perantara dalam rekrutmen. Semua proses berlangsung murni berdasarkan kompetensi peserta dan terbuka untuk dipantau publik.
“Tidak ada satu pun pihak yang bisa menjamin kelulusan. Proses rekrutmen KAI dilaksanakan secara transparan, berintegritas, dan tanpa dipungut biaya. Informasi resmi hanya melalui situs e-recruitment.kai.id,” tegasnya.
Aida mengatakan, maraknya penipuan berkedok rekrutmen terjadi karena pelaku memanfaatkan momen tahapan seleksi yang sedang berjalan. Saat ini rekrutmen eksternal di Divre III Palembang sudah masuk tahap kesehatan akhir, sehingga peluang penyalahgunaan informasi semakin besar.
Ia menambahkan, penerapan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan memastikan tidak ada celah untuk permainan “uang pelicin” maupun transaksi di bawah meja dalam rekrutmen KAI.
“KAI berdiri pada prinsip integritas. Tidak ada pembayaran, tidak ada jalur dalam, dan tidak ada jaminan kelulusan,” ujarnya.
KAI meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan akun mencurigakan, pesan yang menawarkan kelulusan, atau permintaan biaya atas nama rekrutmen KAI. Laporan dapat disampaikan melalui Customer Service stasiun, Contact Center 121 (021-121), WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id
, atau akun media sosial resmi KAI.
Aida menegaskan, kewaspadaan publik menjadi benteng utama untuk mencegah korban baru. “Kami tidak ingin ada pelamar yang dirugikan hanya karena percaya pada tawaran palsu. Pastikan cek ulang setiap informasi sebelum mengambil keputusan,” tutupnya. (KPB)

