RELUNG.ID – Angka stunting di Musi Banyuasin (Muba) mengalami penurunan signifikan pada tahun lalu. Dari 2021 sebesar 23,6 persen menjadi 17,7 persen di 2022.
Penurunan stunting tersebut membuat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumsel bakal menjadikan Muba sebagai pilot project penerapan program penurunan stunting di Sumsel.
Baca Juga: NU Bakal Bangun Perguruan Tinggi di Lahan Seluas Tiga Hektar di Muba
Menurut Kepala BKKBN Sumsel, Mediheryanto, faktor utama keberhasilan Muba dalam menurunkan angka stunting lantaran sukses mensinergikan seluruh stakeholder di daerah untuk menjalankan tiga program penurunan stunting.
Ketiga program tersebut adalah Duta Gendre, Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), dan Informasi Konseling Remaja (PIKR).
“Program yang dilaksanakan Pemkab Muba berhasil dan dibuktikan dengan turunnya prevelansi stunting sebesar 5,2 persen. Daerah lain belum ada yang seperti Muba,” kata Kepala BKKBN Sumsel Mediheryanto SH MH saat mendatangi Pemkab Muba bertempat di Ruang Rapat Sekda Muba, Kamis (8/6).
Baca Juga: 11 Pejabat di Muba Ikuti Seleksi Uji Kompetensi Pejabat Tinggi Pratama
Mediheryanto mengatakan, kedepannya, Pemkab Muba diharapkan dapat mensinergikan seluruh OPD maupun instansi vertikal seperti Dinas Kesehatan, UPKB, PKK, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama untuk menjalankan program tersebut.
“Komitmen bersama ini kedepannya diharapkan dapat menekan kembali angka stunting,” terangnya.
Pj Sekda Muba, Musni Wijaya menyatakan, Pemkab Muba sangat berkomitmen dalam menurunkan angka stunting. Program ini merupakan prioritas nasional yang mendapatkan perhatian khusus.
Baca Juga: Minarsih Jadi Perempuan Inspiratif Asal Muba, Dorong GSMP Produksi Jamu Kesehatan Alami
“Pemerintah pusat juga telah fokus pada penurunan angka stunting, kemiskinan, dan inflasi,” bebernya.
Pemkab Muba telah melakukan berbagai langkah percepatan untuk menurunkan angka stunting, dan hasilnya sangat positif dengan penurunan prevalensi sebesar 5,2 persen.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga mencakup pemberian makanan tambahan dan pendampingan langsung kepada anak-anak yang masuk kategori stunting.
“Dalam waktu tiga bulan, perubahan yang signifikan terlihat pada kondisi anak-anak tersebut,” terangnya.
Pj Sekda Muba juga menyatakan kesiapannya untuk menjadikan Kabupaten Muba sebagai pilot proyek dalam penerapan tiga program tersebut guna menurunkan angka stunting.
“Kami percaya bahwa melalui sinergi dengan Perangkat Daerah dan Kementerian Agama, program Duta Gendre, Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), dan Informasi Konseling Remaja (PIKR) dapat berjalan dengan baik, dan angka stunting dapat turun secara signifikan,” tukasnya.

